HETANEWS.COM

Redam Dampak Virus Corona, Indonesia Luncurkan Stimulus Fiskal Darurat

Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: AFP

Hetanews.com - Indonesia meluncurkan rencana stimulus fiskal darurat senilai Rp22,92 triliun, seiring pemerintah berupaya melindungi ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini dari krisis virus corona.

Paket yang diumumkan pada Jumat (13/3/2020) itu, yang mencakup serangkaian keringanan pajak, akan membantu mendorong defisit anggaran menjadi 2,5 persen dari produk domestik bruto, dari target awal 1,76 persen, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan.

“Ini tidak akan menjadi langkah terakhir,” ucapnya, dikutip Bloomberg.

Paket baru itu (yang mengikuti stimulus US$745 juta yang diumumkan bulan lalu), datang di tengah prospek ekonomi Indonesia yang memburuk.

Meskipun pada Jumat (13/3/2020) hanya ada 69 kasus virus corona yang dikonfirmasi di Indonesia dengan populasi sekitar 270 juta jiwa, negara ini telah terpukul keras oleh melemahnya pasar global, di mana indeks saham Indonesia sekarang menurun dan mata uang turun sekitar 7,5 persen dalam sebulan terakhir.

Seiring virus corona terus menyebar dengan cepat ke luar China, pemerintah di seluruh dunia meningkatkan stimulus dan mengambil langkah lain untuk melindungi ekonomi mereka.

Bank-bank sentral juga meningkatkan tindakan dengan penurunan suku bunga darurat yang ditujukan untuk mengatasi kejatuhan ekonomi.Di Indonesia, para pembuat kebijakan beralih pada langkah-langkah yang digunakan selama krisis keuangan global lebih dari satu dekade lalu.

Bank Indonesia (yang memotong suku bunga sebesar 25 basis poin bulan lalu) berada di bawah tekanan untuk menurunkannya lagi pada pertemuan kebijakan minggu depan.

Bank Indonesia membeli obligasi pemerintah senilai Rp6 triliun pada Jumat (13/3/2020), untuk menopang pasar keuangan dan membendung mata uang, menambah Rp8 triliun obligasi yang dibeli pada Kamis (12/3/2020).

Seseorang menghitung uang rupiah.
Foto: Bloomberg/Dimas Ardian

Peringatan Pertumbuhan

Pemerintah sebelumnya telah memperingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi mungkin melambat menjadi 4,7 persen dalam tiga bulan pertama tahun ini, yang akan menjadi kuartal terburuk dalam lebih dari satu dekade, Bloomberg melaporkan.

Indonesia sekarang memperkirakan defisit anggaran melebar 0,8 poin persentase, sebesar Rp125 triliun.Nilai total stimulus hingga saat ini (termasuk dua paket fiskal) adalah Rp160 triliun, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pada Jumat (13/3/2020).

Sebagai akibat dari krisis ini, pihak berwenang Indonesia berharap “mungkin ada mekanisme yang menciptakan kepemimpinan global yang akan mengarah pada langkah-langkah yang disinkronkan untuk mengurangi ini,” ujar Sri Mulyani Indrawati, dilansir dari Bloomberg.

“Kami di Kementerian Ekonomi akan terus berusaha mengurangi ini, tetapi pada akhirnya, intinya ini adalah masalah kesehatan.”

Pariwisata menanggung beban terbesar akibat kejatuhan ekonomi virus corona, tetapi Sri Mulyani mengatakan, dampaknya menyebar ke sektor lain.Sementara paket bulan lalu bertujuan untuk mendukung sektor pariwisata dan rumah tangga berpendapatan rendah, stimulus baru ini menargetkan produsen.

Sebagai bagian dari respons non-fiskal negara, regulasi akan dilonggarkan untuk mengatur restrukturisasi pinjaman bank untuk perusahaan kecil dan menengah, proses sertifikasi untuk eksportir akan disederhanakan, dan pemerintah akan membuatnya lebih mudah untuk mengimpor bahan baku.

“Ini jelas lebih baik daripada paket pertama, tetapi itu tidak cukup,” ucap Enrico Tanuwidjaja, seorang ekonom di PT Bank UOB Indonesia kepada Bloomberg.

“Kita perlu menjaga kepercayaan dan pengeluaran konsumen dengan stimulus nyata yang berada di atas penyesuaian pengeluaran dan pendapatan normal,” imbuhnya, dan menambahkan bahwa ada “kebutuhan khusus yang mendasari untuk langkah-langkah fiskal yang lebih signifikan.”

Pemerintah harus mempertimbangkan transfer tunai, tutur Tanuwidjaja.Dia juga menyebutnya “waktu yang tepat” untuk melihat amandemen undang-undang yang membatasi defisit anggaran Indonesia hingga 3 persen dari PDB.

Sumber: matamatapolitik.com

Editor: tom.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!