HETANEWS

Dua Warga Kerasaan Pemilik Ganja Diganjar 4 Tahun Penjara

Pak Bima dan Suken, dibawa petugas menuju sel tahanan usai vonis 4 tahun. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Ketua majelis hakim, A Hadi Nasution, didampingi hakim anggota, Roziyanti dan Aries Ginting, menjatuhkan pidana penjara selama 4 tahun penjara, denda Rp800 juta, subsider 6 bulan penjara, kepada terdakwa Bernard Silaen als Pak Bima (37), warga Perumahan Kerasaan I, Nagori Kerasaan, Kecamatan Pematang Bandar dan terdakwa Hendra Hanafi als Suken (51), warga yang sama.

Putusan hakim tersebut, lebih ringan dari tuntutan jaksa, Barry Sugiarto Sihombing SH, yang sebelumnya menuntut kedua terdakwa, masing - masing selama 5 tahun penjara, denda Rp800 juta subsider 6 bulan penjara.

Putusan hakim itu, dibacakan dalam persidanhan, Kamis (12/3/2020), di PN Simalungun.

Kedua terdakwa, dinyatakan terbukti memiliki ganja 5,60 gram dan dipersalahkan melanggar pasal 111 (1) UU RI No.35/2009 tentang Narkotika.

Terdakwa  terbukti, pada Selasa, 1 Oktober 2019, lalu, pukul 13.00 WIB, di Simpang Kerasaan, Kecamatan Bandar, tepatnya di perkebunan kelapa sawit Sipef, melakukan transaksi jual beli ganja dengan terdakwa, Hendra Hanafi als Suken.         

Ganja seberat 1 ons  seharga Rp350 ribu, dibayar Pak Bima kepada Suken. Usai menerima ganja dalam bungkus kertas nasi, dibawa pulang ke rumahnya Pak Bima. Petugas Satres Narkoba Polres Simalungun, saksi Syarif Noor Sholin, Efraim Purba dkk yang sudah mendapatkan informasi, langsung menggerebek di rumah Pak Bima.              

Barang bukti disita dari atas kulkas, 6 paket ganja, disaksikan Kepling setempat. BB lainnya dari bawah tempat tidur ditemukan 1 bungkus ganja. Diakui terdakwa, jika ganja tersebut dibeli dari Suken. Petugas pun memburu Suken dan berhasil ditangkap di rumahnya di Simpang Bandar.             

Setelah Suken dipertemukan dengan Pak Bima, dia mengakui, telah menjual ganja kepada Pak Bima, dan ganja tersebut dibeli dari Paino (DPO).

Atas putusan majelis hakim, terdakwa didampingi pengacara, Nopri Silaban dan Parlin Silalahi dari Posbakum PN Simalungun, menyatakan pikir-pikir. Demikian juga dengan jaksa.

Penulis: ay. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.