HETANEWS.COM

Hakim Bebaskan 3 Terdakwa Kasus Pemalsuan dan Pengacara dari Segala Tuntutan Hukum

3 terdakwa dan pengacaranya, divonis bebas didampingi tim pengacara yang diketuai Dahyar Harahap dkk. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Ketu majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, A Hadi Nasution SH MH, bersama Nasfi Firdaus SH MH dan Mince Ginting SH, masing - masing sebagai hakim anggota, membebaskan 3 terdakwa dan pengacaranya, Antonius Sitohang (48), dari segala tuntutan hukum.

Memulihkan nama baik, harkat dan martabat para terdakwa serta membebankan biaya yang timbul kepada negara.

Vonis bebas tersebut, dibacakan dalam persidangan, Kamis (12/3/2020), di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun.

Ketiga terdakwa, Jen Hariono Pasaribu als Awi (62), Hendro  Pakpahan (37) dan Irsan Nasution (44), didampingi pengacaranya, Dahyar Harahap SH dkk, yang sebelumnya telah dituntut 2 tahun penjara oleh jaksa. Dalam kasus secara bersama - sama atau turut serta menyuruh, memasukkan keterangan palsu ke dalam suatu akta autentik yang mengakibatkan Lindawati, istri Pak Meng, rugi Rp. 3,5 Milyar.           

Sedangkan Antonius Sitohang, juga dituntut sama, yakni 2 tahun penjara, didampingi pengacaranya, dari kantor advokat Lampatar Silalahi SH dan rekan. Para terdakwa, dipersalahkan Jaksa, dengan Pasal 266 (1) Jo pasal 55 (1) ke-1 KUH Pidana.           

Hakim tidak sependapat dengan surat tuntutan jaksa. Hakim juga mengambil pertimbangan saksi ahli, Prof. H Tan Kamelo, keterangan saksi-saksi, pledoi pengacara dan juga fakta yang terungkap, di persidangan serta bukti surat.            

Awalnya, jaksa mendakwa para terdakwa  dengan sengaja membuat surat palsu dalam penerbitan   Sertifikat Hak Milik  (SHM) pengganti atas bidang tanah seluas 2000 m2, di lahan perkebunan Bah Lias ex HGU  dari BPN Simalungun dengan membuat laporan hilang palsu ke Polres Simalungun. Padahal, SHM sebenarnya ada pada Lindawaty.           

Faktanya, Antonius selaku pengacara membuat laporan sertifikat hilang ke kantor polisi  berdasarkan surat kuasa kliennya (3 terdakwa) dan sudah sesuai dengan proses hukum yang berlaku. 

Bahkan para terdakwa secara baik, sudah meminta SHM tersebut kepada Lindawati, setelah Pak Meng meninggal. Tapi Lindawati berdalih dan bilang tidak tahu tentang sertifikat atas nama para terdakwa yang disimpan suaminya (alm).

Lalu membuat surat hilang dan pengumuman hilang di koran selama 3 hari. Berdasarkan surat hilang tersebut, BPN pun mengeluarkan SHM pengganti atas nama para terdakwa. Setelah terbit SHM pengganti, Lindawaty, baru menunjukkan sertifikat asli.

Sehingga hakim menyatakan, para terdakwa tidak terbukti bersalah dan membebaskan para terdakwa dari semua tuntutan hukum. Memulihkan nama baik dan membebankan biaya kepada negara.               

Atas vonis bebas tersebut, para terdakwa dan jaksa mempunyai hal sama, bisa menerima, pikir pikir ataupun kasasi. Demikian dikatakan A Hadi, siang tadi.

Persidangan dibantu panitera, Dedi Tambunan SH, dinyatakan selesai dan ditutup.

Penulis: Rahayu. Editor: Gunawan.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!