HETANEWS

Warga dan Pemkab Sergai Saling Klim Tempat Berjualan Pasar Pekan Rabu Juhar

Pihak Pemkab Sergai saat memasang plang, Rabu (11/3/2020). (foto/wh)

Tebing Tinggi, hetanews.com - Sebidang tanah dengan luas lebih kurang sepuluh ribu meter persegi, di Desa Juhar, Kecamatan Bandar Khalifah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), menjadi rebutan kepemilikan, yaitu antara puluhan warga Bandar Khalifah, dengan Pemkab Sergai, Rabu (11/3/2020).

Dimana tanah tersebut saat ini sudah menjadi tempat Pasar Pekan Rabu Juhar yang dikelolah pihak Pemerintah, melalui Dinas Perindagsar Sergai.

Marisi Silalahi (69) mengatakan, mereka tadinya ada 20 orang, namun tinggal 19 orang selalu pemilik tanah itu  dan melarang para pedagang berjualan di lokasi itu.

Dimana puluhan tahun, tanah kami menjadi tempat Pasar Pekan Rabu Juhar, yang dikelolah oleh Dinas Perindagsar, bahkan sudah membangun tempat orang jualan, katanya.

"Yang menjadi pertanyaan kami sekarang, kenapa diantara dari 20 orang yang 1 orang bisa menjual, sedangkan kami yang 19 orang lagi tidak bisa menjual tanah kami? Jelas sampai sekarang ini, kami masih ada memegang srat asli pernyataannya,"ucap Marisi.

Martin Silalahi SH, selaku kuasa hukum dari masyarakat pemilik tanah menambahkan, bahwa masyarakat pemilik tanah, hanya minta keadilan dan kejelasan dari pihak Pemkab Sergai, kalau memang itu sudah milik Pemkab.

Karena kami ingin tau, sejak kapan dan siapa yang menjual ataupun menghibakan tanah kami ke pihak Pemerintah, tanpa sepengetahuan kami, selaku ahli waris masing - masing, kata Martin.

Sementara itu, Karno Siregar selaku Kepala Dinas Perindagsar Sergai mengatakan “Kami dari pihak Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, hadir saat ini agar para pedagang bisa kembali berdagang seperti semula, sesuai tempat yang sudah disediakan. Dengan prinsip, kita dari Pemerintah siap hadir dimana saja, bila dibutuhkan. Sehingga para pedagang bisa lebih kondusif dan masyarakat juga bisa melakukan transaksi jual beli di pasar yang sudah kita persiapkan, “katanya.

Dengan adanya tuntutan dari beberapa masyarakat, kita serahkan ke bagian hukum Pemkab Sergai untuk dapat menjelaskan nantinya. Dimana saat ini, kita memiki sikap saling menghormati, termasuk klaim warga dan  terkait pertanyaan dasar  apa mengklaim, kita juga tentunya memiliki dasar yang kuat. Tetapi hal itu tidak layak menjadi konsumsi publik. Kami memilih, biar hukum yang memutuskan, siapa yang berhak, ujar Karno.

Pantauan di lokasi, piuhak Dinas Perindagsar Sergai,  mendirikan plang yang menyebutkan, bahwasanya tanah tersebut adalah milik atau aset Pemkab Sergai.

Tampak hadir, Pajar Simbolon, Kasat Pol PP Sergai, Kapolsek Bandar Khalifah, AKP Leo Simbiring, Danramil 12 Bandar Khalifah, Lettu Inf I Manullang, dan Camat Bandar Khalifah, H. Mhd Khairi, S.Sos.

Penulis: wh. Editor: gun.