Siantar, hetanews.com - Jaksa Heri Santoso SH, menuntut terdakwa Elvian Syahputra Telaumbanua als Putra (20), selama 13 tahun penjara, denda Rp1 milyar, subsider 6 bulan penjara. Ancaman hukuman tersebut, dibacakan jaksa dalam persidangan, Rabu (11/3/2020), di PN Pematangsiantar.

Putra dipersalahkan jaksa melanggar Pasal 114 (1) UU RI No 35/2009 tentang Narkotika. Atas tuntutan jaksa, terdakwa didampingi pengacara, Erwin Sidagambir SH dari Posbakum PN Siantar akan mengajukan nota pembelaan (pledoi) secara tertulis.

Menurut jaksa, terdakwa ditangkap anggota Polresta Siantar, pada Jumat, 11 Oktober 2019 lalu, saat melintas di jalan Palangkaraya, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Siantar Timur.

Sepeda motor yang dikendarai terdakwa, dihentikan petugas dan menemukan barang bukti ganja kering berupa daun, batang dan biji ganja dari dalam bagasi.

Juga Hp sebagal alat komunikasi yang digunakan untuk melakukan transaksi ganja. Setelah diinterogasi petugas, Putra juga mengakui, bahwa masih ada ganja yang disimpan di rumahnya, di jalan Lobak, Kelurahan Tomuan.

Di rumah terdakwa, petugas menyita barang bukti ganja yang dibungkus dengan  kertas koran, lakban dan timbangan warna orange. Terdakwa juga mengakui, jika ganja tersebut adalah milik Betmen (DPO) untuk dijual.

Ganja diterima terdakwa dari Betmen, pada 25 September, di pingiran sungai, jalan Pattimura bawah. Ganja sebanyak 3 bal atau 3 Kg, dibawa ke rumahnya menunggu pembeli.

Untuk pledoi, majelis hakim, pimpinan Simon CP Sitorus, menunda persidangan hingga Rabu mendatang.