HETANEWS.COM

Mau Disuruh Ngantar Sabu, Warga Asahan Dituntut 6 Tahun Penjara di PN Simalungun

Terdakwa duduk bersama terdakwa lainnya sebelum disidangkan. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Warga Dusun IV Desa Taman Sari, Kecamatan Pulo Bandring, Kabupaten Asahan, Erwin (28), dituntut 6 tahun penjara, denda Rp800 juta, subsider 6 bulan penjara, di PN Simalungun, Senin (9/3/2020).

Menurut jaksa Jaya Ismanto, terdakwa terbukti memiliki 3,5 gram (bruto) narkotika jenis sabu dan dipersalahkan melanggar pasal 112 (1) UU RI No 35/2009 tentang narkotika.

Faktanya, pada Selasa, 1 Oktober 2019 lalu, Erwin ditangkap Polsek Bosar Maligas saat melintas di jalan umum Afd. VIII PTPN IV Kebun Tinjowan, Nagori Pagar Bosi, Kabupaten Simalungun.

Dari sepeda motor, petugas menyita barang bukti, 3 paket sabu, 6 plastik klip kosong, sendok yang terbuat dari pipet, handphone dan uang disita dari saku terdakwa.

Kepada petugas, Erwin mengaku disuruh mengantar sabu kepada seseorang yang tidak dikenal oleh Iwan (DPO). Dengan upah Rp100 ribu, lalu Erwin diberi nomor telepon orang yang memesan sabu, di perbatasan Asahan-Simalungun, dekat jembatan.

Tapi naas, ketika Erwin menghubungi nomor telepon yang diberikan Iwan, kepada orang tersebut tidak ada dan di jembatan, juga tidak ada seorang pun ditemui terdakwa.

Hingga Erwin melanjutkan perjalanan di jalan umum Tinjowan dan diamankan petugas.

Atas tuntutan jaksa, Erwin didampingi pengacara, Sintong Sihombing SH dari Posbakum PN Simalungun, memohon kepada hakim agar hukumannya diringankan. Dengan alasan menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.

Untuk putusan, ketua majelis hakim, A Hadi Nasution, didampingi dua hakim anggota, Novarina Manurung dan Nasfi Firdaus, menunda persidangan hingga Senin mendatang.

Penulis: ay. Editor: gun.