HETANEWS.COM

Waspadai Sisi Negatif Makanan Kemasan bagi Kesehatan

Ilustrasi makanan kemasan.

Jakarta, hetanews.com - Tak ada yang bisa menyangkal, makanan dalam kemasan memang praktis. Apalagi buat manusia modern yang semakin malas direpotkan dengan urusan membeli bahan makanan mentah dan memasaknya.

Kita juga jarang membaca label di kemasan dan tak peduli dengan bahan bakunya. Makanan kemasan memang praktis dan cepat disajikan. Tapi kita sering tidak paham bahwa di dalamnya terkandung bahan-bahan baku buatan yang berbahaya bagi tubuh.

India Times memberikan tujuh alasan kenapa kita harus mengurangi makanan kemasan dan memilih makanan yang lebih sehat.

  • Tinggi gula

Makanan kemasan mengandung gula yang tinggi yang berbahaya bagi metabolisme, juga bisa menyebabkan diabetes, kolesterol tinggi, penyakit jantung, obesitas, dan kerusakan gigi.

  • Mengandung lemak trans

Makanan kemasan juga mengandung lemak trans dalam bentuk minyak hydrogenated. Lemak trans adalah penyebab penyakit jantung, stroke, serangan jantung, dan sebisa mungkin harus dihindari.

  • Banyak zat tambahan

Zat tambahan selalu ada di makanan kemasan, mulai dari perisa, pewarna, dan penambah aroma. Bila terlalu banyak dikonsumsi, zat-zat tersebut berbahaya buat kesehatan.

  • Tak ada bahan alami

Tak ada bahan baku alami dalam makanan kemasan, semuanya buatan.

  • Tinggi karbohidrat

Roti yang kita beli di swalayan mengandung karbohidrat tinggi sehingga bisa menaikkan kadar insulin dan gula darah serta menyebabkan masalah jantung.

  • Mengandung bakteri berbahaya

Salad kemasan yang praktis dan siap santap dengan mudah kita dapatkan di berbagai swalayan. Waspadalah, ada banyak bakteri berbahaya di dalamnya dan bisa menyebabkan sakit perut atau diare.

  • Rendah serat

Serat hanya bisa didapat dari makanan bersumber nabati. Makanan kemasan jarang yang berbahan dasar tumbuhan sehingga nyaris tak ada kandungan serat di dalamnya. Meski pada awalnya ada bahan yang mengandung serat, pada akhirnya serat tersebut hilang ketika makanan diolah.

Sumber: tempo.co 

Editor: suci.