HETANEWS.COM

Mengapa Empat Negara Islam Dunia Marah pada India?

Para petugas kepolisian mengejar demonstran selama unjuk rasa menentang pengesahan Undang-Undang Amandemen Kewarganegaraan (CAB) di Universitas Jamia Millia Islamia di New Delhi, India, Jumat, 13 Desember 2019. Foto: Reuters/Adnan Abidi

Hetanews.com - Ada dua negara di barat, Turki dan Iran, serta dua di timur, Malaysia dan Indonesia yang mengeluh tentang India. Keempatnya adalah negara Islam yang cukup besar dan penting di dunia.

Sebanyak 99 persen dari populasi di Iran dan Turki adalah Muslim. Di Iran, 90 persen adalah Syiah, 9 persen sisanya merupakan kelompok Sunni, dan sekitar 1 persen minoritas.

Di Turki, negara republik sekuler yang cukup liberal, Presiden Recep Tayyip Erdogan telah mendorong negara itu ke arah Islamisme, meskipun itu bukan Republik Islam.Apa yang umum di antara semua negara ini adalah mereka menganut semacam asas demokrasi, di mana opini publik menjadi penting.

Ini berbeda dengan negara-negara Arab yang belum pernah bersuara dan bukan negara demokrasi, sehingga pendapat umum tidak begitu penting di sana.Lantas, apa sebab persis yang membuat empat negara ini berang pada India? Berikut rangkuman dari The Print.

Turki

Turki berselisih dengan Suriah, Kurdi, dan sekarang Rusia. Ini membuat alasan umum bagi Irak dan Iran ketika datang ke Kurdi, dan berkepentingan di Suriah, di mana ia berperang bersama Rusia sebelum mengubah arah.

Segera setelah pasukan Suriah mendekati Idlib, Turki menyadari ancaman gelombang pengungsi warga Suriah ke negara itu, yang tidak pernah diinginkannya.Turki dan Iran keduanya memiliki hubungan militer dan strategis lama dengan Pakistan.

Pada hari-hari awal Perang Dingin, Pakistan menjadi negara yang terlibat dalam penandatangan pakta keamanan yang dipimpin Paman Sam di Asia.Turki dan Iran sendiri sama-sama menjadi bagian dari perjanjian itu sampai Syah memerintah Iran.

Sekarang Turki telah mengisolasi semua orang, sebab ia melihat persahabatan alami dengan Pakistan.Karena setiap orang berdesak-desakan untuk supremasi di dunia Islam, Turki memandang dirinya sebagai penantang.

Iran

Perselisihan tertua di dunia Islam adalah perselisihan Syiah-Sunni.Di seberang Iran, yakni Irak yang diperintah oleh elit Sunni sejak lama meskipun akhirnya pasukan Saddam Hussein sukses dihancurkan oleh Amerika Serikat (AS).

Sekarang, karena demokrasi, Syiah berkuasa di Irak dan kaum Sunni pun merasa terpinggirkan.Iran memiliki pengaruh yang sangat besar di kawasan itu dan merasa telah mengalahkan AS di Irak.

Iran juga merasa cukup berani menyatakan, pihaknya berjuang untuk Muslim melawan AS, Israel, dan sekarang India, bahkan ketika negara-negara Teluk tetap bungkam soal kekerasan di Tanah Mahatma Ghandi.

Tahun lalu, India berhenti membeli minyak mentah dari Iran, yang berkontribusi merusak perekonomiannya.Serangan balasan terbaru negara itu terhadap India dan perlakuannya terhadap Muslim juga merupakan balasan untuk ini.

Malaysia

Mantan Perdana Menteri Mahathir bin Mohamad sangat vokal bicara soal Muslim di India, tetapi tidak ada alasan yang jelas mengapa ia akan memperjuangkan masalah ini.Populasi Muslim di Malaysia hanya 61 persen, sementara 7 persen adalah Hindu, 20 persen Budha, dan 9,5 persen Kristen.

Ini juga negara yang beragam secara etnis.Meskipun dianggap Islami, tidak mudah untuk mengarahkan negara ke arah itu. Malaysia sendiri sekarang memiliki Perdana Menteri baru, Muhyiddin Yassin, dan tampaknya hubungan antara India dan Malaysia tengah diperbaiki.

Indonesia

Indonesia bukan Republik Islam, meskipun sekitar 89 persen penduduknya beragama Islam dan 1,6 persen beragama Hindu.

Ini adalah pemerintahan sekuler, liberal, dan telah berkomentar lebih karena kekhawatiran, situasi di India mungkin menciptakan ketegangan di negaranya sendiri dan dapat mengarah pada penargetan umat Hindu oleh mayoritas Muslim.

Kritik Indonesia sangat terukur: mereka memanggil duta besar India, berbicara dengannya, dan mengatakan mereka menginginkan perdamaian.

Setelah itu, Wakil Presiden Ma’ruf Amin berkata, “Kami ingin India bertindak seperti kami, Indonesia, dalam membangun toleransi dan kesederhanaan dalam kehidupan keagamaan kami.

Pada 1965, hubungan India dengan Indonesia tidak begitu kuat.Indonesia telah mengklaim beberapa pulau selatan di wilayah Andaman dan Nicobar.

Namun hari ini, hubungan kedua negara telah pulih kembali.Mereka sedang merundingkan semacam mekanisme sewa atas Pulau Sabang, sehingga Angkatan Laut India dapat menggunakannya sebagai pangkalan. Ini menjadikan Indonesia sekutu strategis.

Sumber: matamatapolitik.com

Editor: tom.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!