HETANEWS.COM

Ini Mahasiswa Garut yang Meninggal dan Digantikan Ayahnya Saat Wisuda

Ini sosok mahasiswa di Garut yang meninggal dan diganti ayahnya saat wisuda

Garut, hetanews.com - Seorang mahasiswa Universitas Garut (Uniga), Fauzi Junia Rahman (22) meninggal setelah melaksanakan sidang skripsi. Almarhum digantikan sang ayah saat proses wisuda.

Fauzi adalah satu dari 366 wisudawan Uniga angkatan ke-28 yang menjalani proses wisuda Sabtu (7/3) kemarin.

Karena telah melaksanakan sidang dan ditetapkan sebagai sarjana dalam yudisium, Fauzi berhak mengikuti wisuda.

Almarhum Fauzi akhirnya diwakili pihak keluarga saat wisuda berlangsung. Awan Djuanda (64), ayah Fauzi, tampak tegar saat hadir dalam acara tersebut.

Langkah kakek empat orang anak ini sangat mantap saat pemandu acara memanggil nama anaknya untuk diwisuda.

Almarhum Fauzi menerima penghargaan kehormatan dari pihak kampus bersama 7 orang wisudawan terbaik lainnya. Saat menerima penghargaan, mewakili anaknya, Awan tampak berkaca-kaca. Dia terlihat berusaha menahan air keluar dari matanya.

Ditemui setelah wisuda, Awan sedikit berbincang dengan wartawan. Warga Kecamatan Wanaraja ini mengaku masih tak percaya anak keempatnya meninggal dunia.

Awan mengatakan, Fauzi meninggal karena kanker darah yang dideritanya. "Saat nyusun (skripsi) itu masih sehat. Setelah sidang, mengeluh sakit. Awalnya mengira hanya sakit influenza," kata Awan.

Awan menjelaskan Fauzi sempat beberapa kali bolak-balik dokter untuk diobati. Namun, kondisinya tak kunjung membaik. Dia akhirnya dirawat di RS Guntur Garut selama seminggu.

"Setelah itu dirujuk ke Bandung. Kemudian dicek lab darah di Bandung dan Jakarta. Diagnosanya kena leukimia," ucap Awan.

Sambil menahan tangisnya, Awan kembali bercerita tentang anak kebanggaannya. Awan mengatakan, Fauzi adalah anak yang pandai.

Fauzi diketahui mendapat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,62 dan dinyatakan lulus dengan yudisium Cumlaude. Prestasi itu didapatnya setelah empat tahun berkuliah di jurusan Teknik Elektro Uniga.

"Dia diandalkan sama teman-temannya. Kalau temannya ada yang enggak paham, suka tanya ke anak saya," ucap Awan.

Sebelum wafat, sambung Awan, Fauzi sempat mengutarakan keinginannya untuk melanjutkan kuliah dan mengambil program magister di Uniga. Fauzi ternyata bercita-cita menjadi dosen di Uniga.

"Cita-cita itu harus putus karena sudah dipanggil lebih dahulu," ujar Awan.

Meski sangat terpukul, keluarga kini mengikhlaskan kepergian Fauzi. Awan mengaku ikhlas meskipun tahu Fauzi tak akan lagi pulang ke rumah.

Sumber: detik.com

Editor: suci.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!