Siantar, hetanew.com - Belakangan ini harga Gula di pasaran sempat naik. Tak lama setelah itu Gula sulit ditemukan di pasar tradisional maupun super market. Menurut Dinas Koperasi UKM Perdagangan Gula pasir di Pematangsiantar langka. 

Informasi yang dihimpun dari pedagang kelontong di Pasar Dwikora beberapa hari yang lalu, harga Gula timbangan 50 Kg mulai berkisar Rp 680 Ribu lalu naik Rp 716 Ribu kemudian naik Rp 760 Ribu. 

"Iya harganya naik. Biasanya gula ini kan di impor dari China dan India," kata seorang Pedagang, Selasa (3/3) kemarin. 

Jenis gula pasir non kemasan, dengan tekstur putih, gula tebu dan gula jenis kemerahan ini pun harganya pun bervariasi. Mulai dari Rp 14 Ribu sampai Rp 16 Ribu per kilogram.  "Harganya beda beda, tergantung jenisnya," ucap pria bermarga Sinaga ini.

Pantauan Hetanews di salah satu supermarket di Timbang Galung, Pematangsiantar, esoknya Rabu (4/3) malam, para pembeli silih berganti menanyakan ketersediaan Gula. Namun stok gula kemasan di supermarket itu pun kosong.

Dinas Koperasi UKM Perdagangan Kota Pematangsiantar membenarkan hal itu. Dikatakan impor gula dari luar negeri sempat distop pemerintah. Namun belum dipastikan jika kelangkaan Gula akibat mewabahnya virus Corona alias Covid-19.

"Selama ini kan distop karena import Gula dari luar. Jadi ini kan mau dibuka [Pemerintah] lagi karena kelangkaan Gula. Produksi Gula dalam negeri kita sangat kurang," kata PLT Kadis Koperasi UKM Perdagangan Jadimpan Pasaribu, Kamis (5/3/2020).

Bahkan, kata Jadimpan, Gula di Bulog pun kosong. Sementara distributor resmi Gula di Pematangsiantar memiliki stok terbatas dengan harga jual Gula di atas normal.

"Jadi gula itu di Bulog pun kosong, ada itu di Sipisang distributor resmi ada stok gulanya tapi harga tinggi, sampai Rp 16 ribu per kilo. Itu harga yang baru sebelumnya pada Februari lalu Rp 14 Ribu,"ucapnya.

Dia menambahkan, penyumbang inflasi saat ini di Pematangsiantar adalah naiknya harga bawang putih dan cabai. Bawang putih mengalami kenaikan berkisar Rp 2 ribu dari harga normal namun kebutuhannya masih tercukupi. 

Baca juga: Harga Bawang Merah dan Rokok Tingkatkan Inflasi Kota Siantar