Siantar, hetanews.com -  Kota Pematangsiantar mengalami inflasi sebesar 0,12 persen (mtm) atau 2,67 persen (yoy), pada periode Februari 2020.

Kondisi ini, lebih rendah dibanding realisasi inflasi, pada periode bulan sebelumnya, yaitu 0,62 persen (mtm) atau 2,33 persen (yoy).

Demenyata, jika dihitung secara tahunan inflasi Kota Pematangsiantar, tercatat sebesar 0,73 persen (year to date/ytd).

Demikian disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, pada rapat Tim Teknis Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Pematangsiantar, di ruang rapat KPw BI Pematangsiantar, kemarin.

"Secara umum, realisasi inflasi di berbagai kota masih dalam rentang sasaran inflasi yang ditargetkan pemerintah dan Bank Indonesia, yaitu 3±1 persen (yoy)," katanya.

Sedangkan pada periode Februari, ada tiga kota di Sumatera Utara (Sumut), mengalami inflasi, yaitu Sibolga 0,69 persen (mtm), Medan 0,14 persen (mtm), dan Pematangsiantar 0,12 persen (mtm). Sedangkan dua kota lainnya mengalami deflasi, yaitu Padangsidimpuan dan Gunungsitoli, masing - masing deflasi sebesar 0,01 persen (mtm) dan 0,73 persen (mtm).

Secara keseluruhan Provinsi Sumut mengalami inflasi sebesar 0,13 persen (mtm) atau 1,98 persen (yoy) dan berada dalam batas bawah target inflasi nasional yaitu 3±1persen (yoy).

"Komoditas penyumbang inflasi di Kota Pematangsiantar, pada bulan Februari, antara lain cabai merah, bawang putih, sawi hijau, kentang, dan kepiting/rajungan. Sementara, komoditas pemicu deflasi di Kota Pematangsiantar, antara lain penurunan harga bawang merah, daging ayam ras, ikan bawal, udang basah, dan sepatu anak," jelas Edhi.

"Inflasi yang terjadi di bulan Februari, disebabkan terhambatnya pasokan  bawang putih yang mayoritas masih impor dari Tiongkok. Dimana Tiongkok pada bulan lalu, mengalami wabah pandemik covid atau corona," ungkapnya.

Walikota Pematangsiantar, dalam laporan tertulisnya, dibacakan Asisten II, Zainal Siahaan, jika pada Januari 2020, ada beberapa komoditas yang memberi andil terbesar dalam inflasi Kota Pematangsiantar.

Di antaranya kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 1,70 persen (mtm) dengan andil sebesar 0.66 persen. Sedangkan kelompok  transportasi menjadi kelompok penahan inflasi yang terpantau deflasi sebesar -0,52 persen (mtm) dengan andil - 0,03 persen.

Merespon kondisi inflasi Januari 2020 dan dalam rangka mencapai sasaran inflasi nasional tahun 2020 sebesar 3+ 1 persen (yoy), TPID Kota Pematangsiantar akan terus berkoordinasi dan menindaklanjuti hasil rapat koordinasi nasional pengendalian inflasi 2019 dan mendorong langkah peningkatan kinerja TPID ke depan.

Inflasi pada periode mendatang, katanya, diperkirakan tetap terkendali, dengan inflasi tahunan berada pada sasaran inflasi 3+1(yoy). Resiko kanaikan inflasi juga dapat muncul akibat berkurangnya pasokan beberapa komoditas pangan yang diimpor dari Tiongkok seperti bawang putih yang sejak beberapa minggu lalu telah dihentikan impornya oleh pemerintah untuk mengantisipasi dampak virus corona yang melanda Tiongkok.

Adapun rata-rata Indeks Harga Konsumen (IHK) Februari dalam tiga tahun terakhir mencatat deflasi sebesar -0,34% persen (mtm).

"Karenanya diharapkan rapat kita ini menjadi langkah nyata menghasilkan solusi yang lebih komprehensif dan konkret dalam mengatasi permasalahan inflasi di daerah dan mendorong peningkatan kapasitas perekonomian kita," jelasnya.

Turut menyampaikan paparannya Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pematangsiantar, Marlise.  Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadis Perindag) Kota Pematangsiantar, Jadinpan Pasaribu yang menyebutkan stok gula pasir terbatas. Bahkan di Pasar Horas harga gula pasir mencapai 14.500 per kg yang artinya mengalami kenaikan dari harga 12.000/kg.

Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian.  juga menyebutkan hingga Februari 2020 total penanaman padi 55 hektare. Untuk  komoditas jagung total 9 hektare, dan penanaman ubi 30 hektare. Lalu, kegiatan panen di Februari 2020 sebesar 214 hektare, yaitu jagung 20 hektare dan ubi 10 hektare. Sementara produksi Februari padi 1.070 ton, jagung 100 ton, dan ubi 50 ton. Untuk tanaman hortikultura terdapat penanaman sawi, kangkung, bayam, dan kacang panjang sebesar 2 hektare.