HETANEWS.COM

Heboh Ramayana Jual Masker Harga Normal, Ternyata Sudah Ludes

Petugas Ambulans RSUD Kota Depok berdiri di depan ruang isolasi RSPI Sulianti Saroso, Jakarta, Selasa (3/3).

Jakarta, hetanews.com - Masker menjadi barang langka usai kasus pertama virus corona di Indonesia diumumkan pada Senin (2/3) kemarin. Tak hanya masker, hand sanitizer juga jadi buruan masyarakat. Sekalinya barang tersedia, harganya pun melonjak.

Swalayan Ramayana melalui media sosialnya memberikan angin segar bagi masyarakat yang masih mencari masker. Mereka menjual stok masker dengan harga normal.

"Masker mulai didistribusikan lagi ke supermarket yang ada di Ramayana dan dijual dengan harga normal, gaes," tulis akun Instagram @ramayanadeptstore dikutip Rabu (4/3).

kumparan lalu mengecek ketersediaan masker di sejumlah Ramayana. Lokasi pertama yang didatangi adalah Ramayana Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Saat tiba, kumparan menuju rak penjualan masker. Namun, hasilnya nihil.

Pegawai toko juga sempat mengecek ketersediaan masker itu. Namun, ia menyatakan masker yang dijual telah abis.

“Sudah tidak ada stoknya. Mohon maaf,” kata salah seorang pegawai Ramayana.

Warga Pakai Masker di Stasiun Depok
Sejumlahpenumpang menggunakan masker berjalan di Stasiun Depok, Depok, Jawa Barat, Senin (2/3).

kumparan lalu kembali mendatangi Ramayana di wilayah Kebayoran Lama dan Blok M, Jakarta Selatan. Lagi-lagi, tak ada masker yang tersisa.

“Memang sudah enggak ada barangnya dari kemarin,” kata pegawai yang tak mau disebutkan namanya itu.

Belum diketahui apakah kondisi serupa juga terjadi di store Ramayana lainnya.

Dalam akun Instagramnya, Ramayana hanya membolehkan pelanggan memberi 1 masker saja. Pihaknya juga meminta masyarakat yang menemukan stok masker kosong di Ramayana untuk menuliskannya di kolom komentar.

Ramayana Department Store
Gelaran diskon di Ramayana Department Store.

"Buat yang sudah mencari di supermarket Ramayana dan kehabisan, bisa tulis di komen ya store mana yang butuh restock biar lebih cepat lagi distribusinya," tulisnya.

Masyarakat berbondong-bondong membeli masker, tisu, hand sanitizer, dan kebutuhan lainnya untuk mengantisipasi wabah virus corona. Bahkan, ada warga yang memborongnya dengana jumlah besar. Stok barang pun jadi langka dan cepat habis.

Padahal, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto sudah menekankan masker hanya dianjurkan untuk warga yang sakit. Sementara mereka yang sehat diimbau tak memakai masker, namun tetap menjaga kebersihan dan kesehatan agar imunitas tubuh tetap terjaga.

Sumber: kumparan.com 

Editor: suci.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!