HETANEWS

Ustaz Yusuf Mansur Melawan: Akan Laporkan ke Polisi Pihak yang Memfitnahnya

Jakarta, hetanews.com - Ustaz Yusuf Mansur berencana melaporkan balik pihak-pihak yang sudah menyeretnya ke beberapa kasus hukum. Tak cuma itu saja, ia juga akan melaporkan sejumlah akun media sosial yang menyudutkan dia dan memprovokasi orang lain.

"Kenapa kita laporin balik juga ini untuk perjuangan ekonomi umat, kita masuk ke sini. Mulai dari nol kita urusin regulasinya ke berbagai regulator, termasuk BI, OJK, Kemendag, DSN MUI, kesyariahannnya kemudian ketaata hukumnya dan sebagainya," kata Yusuf Mansur kepada kumparan, Rabu (4/3).

"Ini perjuangan ekonomi umat jadi bermasalah, tantangannya di bawah makin berat karena saya selama ini diem aja gitu, dianggapnya benar, semua hal dianggapnya, benar. Padahal memang adanya sepertinya bener tapi karena sudut pandanganya berbeda, jadi berbeda," lanjut dia.

Ustaz Arifin Ilham, Masjid Az-Zikra, Salat Jenazah
Ustaz Yusuf Mansur berselawat saat jenazah Ustaz Arifin Ilham akan dibawa keluar Masjid Az-Zikar.

Yusuf Mansur merasa dirugikan karena banyak pihak-pihak yang menyerangnya. Salah satu bentuk kerugian yang dialaminya misalnya, banyak masjid yang menolak untuk bekerja sama dengannya.

"Banyak penolakan-penolakan membuka tahfiz Quran karena dianggapnya kedok, dianggapnya kemudian basa-basi saya, ini kan enggak bener, Quran lho ini. Kita mau bangun rumah tahfiz seluruh desa, tapi penolakan terjadi karena berita hoaks," sesal Yusuf Mansur.

Ia mengaku juga dirugikan dengan sejumlah informasi hoaks dan akun-akun media sosial yang provokatif. Yusuf Mansur tak menutup kemungkinan juga akan melaporkan hal tersebut ke polisi.

"Yang kita laporkan bukan cuma mereka yang selama ini menyerang, bikin buku kemudian ngelaporin sana-sini, tapi juga yang akan kita laporin adalah akun-akun media sosial yang terprovokasi lalu mereka memprovokasi orang lain," jelasnya.

Berikut pernyataan lengkap Yusuf Mansur yang kami terima:

Kenapa kita laporin balik juga ini untuk perjuangan ekonomi umat, kita masuk ke sini. Mulai dari nol kita urusin regulasinya ke berbagai regulator, termasuk BI, OJK, Kemendag, DSN MUI, kesyariahannnya kemudian ketaata hukumnya dsb.

Ini perjuangan ekonomi umat jadi bermasalah, tantangannya di bawah makin berat karena saya selama ini diem aja gitu, dianggapnya bener, semua hal dianggapnya bener.

Padahal memang adanya sepertinya benar tapi karena sudut pandanganya berbeda, jadi berbeda. Kedua kenapa kami laporkan? Selain (menyangkut) perjuangan ekonomi umat, soal tahfiz Quran.

Banyak penolakan-penolakan membuka tahfiz Quran karena dianggapnya kedok, dianggapnya kemudian basa-basi saya, ini kan enggak bener, Quran lho ini.

Kita mau membangun rumah tahfiz seluruh desa, tapi penolakan terjadi karena berita hoaks dan yang kita laporkan bukan cuma mereka yang selama ini menyerang, bikin buku kemudian ngelaporin sana sini, tapi juga yang akan kita laporin adalah akun-akun media sosial yang terprovokasi lalu mereka memprovokasi orang lain.

Ini juga yang kita inventarisir banget, yang kemudian kita ikut mengejar juga biar jadi pelajaran bahwa jangan seneng kalau ada orang kemudian dituduh, dipermasalahkan.

Dan dua voice note (VN) ini enggak apa-apa juga diangkat ke permukaan, sebagai persiapan woro-woro bahwa insyaallah kita akan melaporkan baik semuanya. Apalagi mereka terakhir katanya akan melaporkan ke pengadilan negeri, dengan tuduhan yang juga masih sumir tuduhan sekunder, yang alhamdulillah saya enggak di sana, tentang Moya Vidi (investasi Condotel Moya Vidi).

Moya Vidi itu bukan proyek saya, saya sama sekali enggak nipu di sana, dan bahkan teman saya yang mengelola Moya Vidi itu bukannnya menipu tapi karena ada moratorium, enggak jadi bikin apartemen dsb, malah duit ekosistem saya duit orang-orang yang ikut dengan saya, yang sudah nyemplung di sana, Rp 1,5 M waktu itu kurang lebihnya itu malah saya ganti kok pelan-pelan saya ganti saya yang bayar dah. proses awal dulu saya masukin jadi patungan Hotel City.

Jadi mereka emggak punya a saham Hotel City tapi saya bikin punya karena mengconvert Moya Vidi ke situ. Tapi belakangan banyak yang ngambil, banyak yang ngambil ya, saya minta izin kalau cashflow ada, saya pulangin. Saya kembalikan, saya kembalikan begitu, enggak ada yang ditunda-tunda dan alhamdulillah Allah SWT udah tinggal dikit.

Ini yang dinyaringin bunyinya yang itulah, terus kemudian izin Allah juga kayak yang kasus Polresta Surabaya yang perumahan fiktif, ya sudah tahu itu fiktif dan saya enggak ada di sana. Cuman dibawa-bawa tapi itu pun diblow up, dirajut videonya dan sebagainya.

Kemudian statementnya dirajut seakan akan saya yang menipu. kemarin saya diam saja, tapi karena pergerakan ekonomi umat, kita jadi susah, jadi ada hambatan.

Ini kan mesti disingkirkan, dngan ikhtiar kita juga. saya selama ini diam, urpanya mungkin salah, bismillah, ini sesuatu yang nanti jadi legitimate, ya (harus) di re-legitimate banget lagi supaya kemudian perjuangan kita mulus ke depannya.

itu juga nanti termasuk yang kita kejar kejarlah insyaallah. Ditambah lagi, supaya orang tahu salurannya kalau emang ada yang bermasalah sama kami ya ke kami nanti kami bikini posko di pesantren darul quran, di paytren, supaya salurannya ada.

Dan selama ini bagi yang minta kembali ke patungan usaha, saya bilangin banget, saya edukasi itu hotelnya ada lho, berdiri lho. Suratnya juga ada udah selesai di perbankan dan selama ini operasional dari 2021-2013 sampai hari ini enggak ada yang dibebankan ke mereka.

Saya bilang, kenapa ditarik? Itu kan ada, lambang lho, ke depan kita pengen semua opportunity memang jadi milik umat, bahwa belum menguntngkan, iya tapi secara properti mudah-mudahan bisa naik terus. Tapi karena beberapa alasan misal kayak orang tuanya meninggal atau suaminya meninggal atau mereka diphk, mereka narik karena mereka butuh, dan saya atur pengembalian secra cashflow.

Terus nabung tanah, nabung tanah itu cakep karena daripada tanah kosong dikuasai orang-orang yang enggak jelas gitu lho.

Dan selama ini dikuasai kapitalis, orang-orang tertetu saja sampe beratus ratus hektare, dan saya bismillah, ini project baru saja mulai.

Beberapa tahun lalu dimulai tapi memang harus berhenti karena sistem regulasi dsb. tanahnya juga ada dan terus berkembang, enggak berhenti.

Itu pun kalau minta balik, kita balikin, dan kita lebihin, kita ga pernah balikin pas pasan karena saya menyadari ini duit orang kecil, ini duit jemaah.

Silakan kalau bahan mau diolah semoga allah ridho. Ini menjadi sebuah titik balik pertama klarifikasi yang real. dulu saya klarifikasinya ke regulator dan penegak hukum, dan bismillah kita bentuk yang lain.

Selama ini saya diem, ngalah gitu dan saya pikir ya sudahlah, klarifikasi terbaik itu ada dua pertama di regulator atau di penegak hukum, selama ini saya menjalankan itu, jadi di regulator saya buktiin saya engak, begitu.

Tapi saya enggak ke sono, enggak ke mereka yang nyerang, menfitnah yang menyebar hoaks, atau ada juga yang menag benar tapi bukan kesalahan sebenarnya, mereka ini proses jual beli biasa, bisnis biasa dan msaih berproses juga, enggak gimana gimana.

Saya nembaknya ke dua.. ke regulator sama penegak hukum. Jadi saya kalo dipanggil polisi, kan mereka lapor tuh di mana-mana tuh.

Ya saya dateng kemudian BAP, alhamdulillah SP3 terus. Bukan karena saya deket sama siapa tapi karena emang substansinya ya enggak bener gitu.

Yaudahlah, ini saya akhirnya jadi naik, kenapa? karena sekarang masjid-masjid jadi musuhin saya. Kasihan misal temen-temen yang masih ke saya, misalnya panitia masjid ngundang saya, itu ditentang itu, takut masjidnya nanti jadi ajang penipuan saya, nanti ditipu saya, astagfirullah kayak gitu gitu lho.

Terus wali wali santri diserang, santri saya juga diserang, pokok nya semua yang berpihak sama saya jadi diserang sama orang- orang yang termakan oleh berita.

Itu yang kemudian pertimbangan saya, kalau nama sih enggak. ini harus diselametin kalau enggak kasian ini jemaah. sayanya diem aja gitu. Mereka ikut dipukuli diserang, dipojokin itulah yang menjadi pertimbangan mengapa saya melaporkan balik.

Bismillah.

Sumber: kumparan.com 

Editor: suci.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.