HETANEWS.COM

DPD Demokrat DKI Sepakat Dukung AHY jadi Ketum Demokrat

Jakarta, hetanews.com - Seluruh pengurus DPC dan DPD Partai Demokrat DKI Jakarta menggelar rapat kordinasi daerah (Rakorda), 26 Januari 2020 lalu. Hasilnya, mereka sepakat untuk mendukung Wakil Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai ketua umum di kongres mendatang.

Sekretaris Fraksi Demokrat DPRD DKI Jakarta, Ali Muhammad Suharli menegaskan, pentingnya ada regenerasi di Partai Demokrat. Sehingga, dia dan seluruh pengurus DPD Demokrat DKI Jakarta mendukung AHY jadi ketum.

"Jika Pak SBY tidak maju lagi sebagai ketum Demokrat, maka kami DPD DKI mendukung wakil ketum Demokrat saat ini yaitu AHY sebagai ketum 2020-2025," kata Ali saat membacakan surat dukungan yang videonya dilihat merdeka.com, Selasa (3/3).

Ali menjelaskan, dukungan kepada AHY diberikan karena melihat sosok putra sulung SBY tersebut. Bukan hanya itu, dia yakin, kebutuhan rakyat Indonesia dengan pemimpin milennials di masa mendatang.

"Dukungan kami berikan karena sosok AHY sebagai ikon Partai Demokrat yang energik, sesuai dengan fenomena saat ini bahwa rakyat Indonesia menginginkan pemimpin 2024 adalah sosok milenial pimpinan masa depan," jelas Ali yang juga Sekretaris DPC Kodya Jaksel.

Sebelumnya, Perseteruan jelang Kongres Demokrat 2020 kian panas. Klaim Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bakal didaulat sebagai Ketua umum secara aklamasi di kongres membuat akar rumput partai teriak.

Wakil Ketua DPAC Pasar Rebo Jaktim Supardi Sali menegaskan, isu Edhie Baskoro (Ibas), adik AHY kumpulkan tanda tangan ke DPD/DPC untuk memenangkan kakaknya secara aklamasi itu tidak benar.

"Tentang Ibas mengumpulkan dukungan untuk aklamasi AHY yang disampaikan oleh Herzaky Mahendra, mantan deputi Kogasma dan mantan Caleg nomor urut 2 Dapil Kalbar 1, sangatlah tidak realistis dan tidak menghormati suara tingkat daerah yang juga memiliki pilihan mereka sendiri," kata Supardi, Sabtu (29/2).

Sebelumnya, Politikus Demokrat Herzaky Mahendra mengakui informasi dari sumber merdeka.com yang mengatakan Ibas tengah kumpulkan tanda tangan ke daerah-daerah untuk kongres. Namun Herzaky membantah, pengumpulan tanda tangan itu untuk Ibas maju ketum, tapi mendukung pencalonan AHY.

Supardi meminta agar kader Demokrat jangan memperkeruh keadaan dengan mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang berkesan mengadu domba. Dia menyayangkan juga skenario aklamasi untuk AHY yang dibocorkan Herzaky.

"Tetapi satu sisi ini juga menjelaskan penyusun skenario aklamasi yang merancang terlalu vulgar, tidak cantik, dan justru bisa menimbulkan bibit perpecahan di akar rumput, sesuatu hal yang sangat dihindari Ketua Umum Partai Demokrat Bapak SBY," tambahnya.

Supardi berharap, para petinggi Demokrat untuk selalu bijaksana dalam menyampaikan pendapat mereka.

"Jangan sampai partai kita yang besar ini malah terpecah belah karena pernyataan segelintir orang dekat yang belum jelas posisinya sebagai apa," tegas dia.

Diberitakan sebelumnya, Herzaky mengklarifikasi kabar Ibas ingin maju sebagai calon ketua umum di Kongres 2020. Ibas sebelumnya dikabarkan tengah mengumpulkan tanda tangan ke daerah-daerah untuk ikut berkontestasi di kongres.

Politikus muda Partai Demokrat, Herzaky mengakui memang Ibas mengumpulkan surat dukungan. Tapi bukan untuk maju sebagai calon ketua umum. Melainkan mengamankan kursi ketua umum dari orang ketiga.

Terlebih, Herzaki bercerita, bahwa Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tampaknya sudah tak ingin lagi memimpin partai Demokrat.

"Membaca sinyalemen Pak SBY tidak maju lagi sebagai Ketum Demokrat, maka sejak Rapimnas 2018, EBY (Ibas) mengumpulkan surat dukungan sebagai upaya pengamanan internal agar kursi Ketum tidak jatuh keluar dari pengurus inti Demokrat yang saat ini tengah berjuang menyelamatkan Partai," jelas Herzaky saat dihubungi merdeka.com, Jumat (28/2).

Herzaky menegaskan, Ibas bersama para pengurus daerah memiliki konsensus. Isinya, seluruhnya sepakat AHY menjadi ketua umum secara aklamasi di kongres nanti.

"Seluruh pimpinan partai, ketua-ketua DPD dan DPC serta EBY (Ibas) sendiri memiliki konsensus untuk mendukung dan mengusung AHY sebagai calon ketua Umum 2020 secara aklamasi," tegas dia.

Sekali lagi, dia membantah informasi yang menyatakan bahwa Ibas dan AHY saling berebut alias dwitunggal di internal Demokrat.

"AHY-EBY solid untuk bersama-sama memajukan Partai bersama seluruh kader Partai Demokrat," tutup dia.

Awalnya, sumber merdeka.com mengungkap, Ibas tengah mengumpulkan tanda tangan di daerah demi maju Kongres Demokrat.

"Ibas sudah kumpulkan tanda tangan dukungan tertulis, kakaknya sepertinya kalah selangkah," kata sumber merdeka.com.

Ibas disebut sudah mendapatkan sejumlah tanda tangan dari pengurus Demokrat tingkat kabupaten dan kota sejumlah daerah.

Ibas tak bisa dikonfirmasi soal ini. Merdeka.com telah mencoba mengontak langsung Ibas maupun melalui stafnya. Namun saat diminta wawancara tentang Kongres Demokrat, tidak ada jawaban lagi.

"Mereka sepertinya gerakan silent," bisik sumber itu lagi.

sumber: merdeka.com

Editor: sella.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!