HETANEWS.COM

DPRD Usulkan Pemberhentian Walikota, Hefriansyah Menunggu Keputusan MA

Walikota Hefriansyah foto bersama dengan warga di sebuah kegiatan Kampung KB di Kelurahan Aek Nauli, Kecamatan Siantar Selatan. [dok: Pemko Siantar]

Siantar, hetanews.com - Anggota DPRD Pematangsiantar sepakat mengusulkan pemberhentian Walikota Hefriansyah ke Mahkamah Agung [MA] dan melaporkan dugaan kerugian keuangan negara ke KPK [Komisi Pemberantasan Korupsi]. Meski demikian, Walikota Hefriansyah siap menunggu apapun keputusan MA nantinya.

Dua usulan  itu merupakan hasil paripurna DPRD Pematangsiantar pada Jumat (28/2) kemarin, setelah pimpinan DPRD menerima hasil penyelidikan Pansus Hak Angket DPRD dalam rapat paripurna sehari sebelumnya. 

Hasil penyelidikan Pansus menyatakan bahwa Walikota telah menyalahgunakan wewenangnya dan melanggar sumpah/janji jabatannya sebagai kepala daerah sebagaimana dimaksud dalam pasal 76 ayat (1) Huruf G UU No 23 Tahun 2014 tentang pemerintah daerah.

Menanggapi itu, Walikota Hefriansyah melalui Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Mardiana, menyampaikan bahwa Walikota menanti apa yang menjadi keputusan Mahkamah Agung nantinya.

"Walikota Pematangsiantar menunggu apa yang menjadi keputusan Mahkamah Agung. Jadi kita sama sama tunggu lah apa yang menjadi keputusannya nanti," kata Mardiana ditemui di ruang kerjanya, Senin (2/3/2020).

Sambung Mardiana, Walikota Hefriansyah juga  telah mengikuti serangkaian pemeriksaan panitia hak angket DPRD Pematangsiantar. Walikota hadir dan menjawab seluruh bahan bahan pertanyaan Pansus Hak Angket.

"Walikota sudah menghadiri undangan mereka. Dan hasilnya sudah kita lihat, dan mereka [DPRD] melakukan paripurna pada 28 Februari kemarin dan hasilnya sudah dikirimkan ke kita," katanya.

"Itu saja yang bisa saya sampaikan, tidak ada yang saya sampaikan lagi selain menunggu. Kita akan menunggu apa yang akan diputuskan Mahkamah Agung. Karena itu jelas ditangan mahkamah agung jadi kita tunggu saja," ucapnya menambahkan. 

Pj Sekretaris Daerah [Sekda], Kusdianto belum bersedia menanggapi adanya keputusan DPRD untuk mengusulkan pemberhentian Walikota, karena keputusan tersebut belum diterima oleh Pemko Pematangsiantar. 

"Surat belum ada, belum kami terima, bagaimana mengomentari suratnya belum sampai ke kita. Kalau sudah resmi barulah kita tanggapi," ucap Kusdianto ditemui di halaman kantor Dharma Wanita Jalan Porsea, Sabtu (29/2) kemarin.

Baca juga: DPRD Usulkan Pemberhentian Walikota dan Buat Laporan ke KPK

Penulis: huget. Editor: edo.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!