HETANEWS

Nenek 79 Tahun Didakwa Mencuri 3 Ton Sawit di PN Simalungun, Pengacara Ajukan Eksepsi

Terdakwa yang sudah renta terlihat diapit pengacaranya saat berjalan menggunakan tongkat. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Esterlan br Sihombing (79), warga Huta III Simangonai, Nagori Jawa Baru, Kecamatan Hutabayu, didakwa menyuruh orang memanen buah kelapa sawit yang bukan miliknya, Senin (2/3/2020), di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun.

Nenek yang sudah renta dan berjalan dengan menggunakan tongkat ini, berstatus tidak ditahan dalam perkaranya.

Menurut dakwaan jaksa, Viktor Purba dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun, bahwa opung ini, pada Kamis (25/4/2019) lalu, menyuruh Toni Apul Tambunan untuk memanen buah kelapa sawit milik saksi, Edi Ronald Simbolon SE dan memberikan upah Rp600 ribu. 

Lalu Toni menyuruh 4 pekerjanya, Sarno, Supriono, Widyanto dan Saut Parulian Manurung untuk memanen 120 tandan dan diberi upah Rp100 ribu.

Sawit tersebut dijual kepada penadahnya, Arifin Marbun (40) yang masih sekampung dengan terdakwa dan diaidangkan terpisah dengan terdakwa Ester.

Penadah, Arifin Marbun digandeng jaksa, berjalan meninggalkan ruang sidang. (foto/ay)

"Bawalah kelapa sawit, sudah dipanen,"kata terdakwa kepada Arifin. Dengan mobil pengangkut, Arifin bersama pekerjanya, menimbang 3 ton sawit dan dijual ke pabrik sawit HBM, di Bahal Batu.

Arifin menyetorkan uang hasil penjualan sawit kepada terdakwa Esterlan sebesar Rp2.910.000. Dengan rincian, 3 ton x Rp.970.000.-

Akibat perbuatan opung tersebut, bersama Arifin, saksi korban (pemilik sawit) Edy Ronald Simbolon, mengalami kerugian hingga Rp3.960.000.

Nenek tersebut dijerat dengan pasal 362 KUH Pidana Jo pasal 55 (1) ke-1 KUH Pidana.

"Untuk memberikan kesempatan pengacara mengajukan eksepsi, sidang ditunda hingga Minggu depan,"kata ketua majelis hakim, Roziyanti, didampingi dua hakim anggota, Aries Ginting dan Mince Ginting.

Penulis: ay. Editor: gun.