HETANEWS

Nasib Akhyar – Bobby di Tangan Megawati

Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Japorman Saragih. Foto: Nurfahmi Budi Prasetyo/Gesuri.id

Medan, hetanews.com - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, akan menentukan keputusan Calon Wali Kota, apakah mendukung menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bobby Afif Nasution maupun incumbent, Akhyar Nasution, yang akan diusung dalam kontestasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Medan.

"Ibu Mega sebagai pemilik mahkota sebagai menentukan calon yang akan diusung.Jadi nasib Bobby maupun Akhyar ada pada Bu Mega. Tugas kami hanya mengikuti mekanisme, menjalankan dan melaksanakan perintah dari Ketua Umum PDIP," ujar Ketua DPD PDIP Sumut, Japorman Saragih di Medan, Minggu (1/3/2020).

Japorman mengatakan, mekanisme partai yang sudah dijalankan itu adalah dengan membuka penjaringan pendaftaran kepada khalayak umum, termasuk kader partai yang ingin maju sebagai calon wali kota maupun wakil wali kota dalam bursa pemilihan kepala daerah di Medan.Kemudian, pengurus partai melakukan survei di masyarakat.

"Untuk survei sudah dilaksanakan. Hasilnya, elektabilitas menantu Presiden Jokowi lebih tinggi sedikit dari Akhyar Nasution meski sebagai kader PDIP maupun incumbent.Hasil survei itu sudah kita serahkan ke DPP PDIP untuk dijadikan pertimbangan.Sehingga, keputusan ada pada Bu Mega.Kami siap memenangkan calon yang diusung," katanya.

Adapun balon wali kota Medan yang mendaftar ke partai besutan Megawati Soekarnoputri itu adalah Bobby Afif Nasution, Akhyar Nasution, Sidarta Pelawi, Sutrisno Pangaribuan, Maruli Siahaan dan Rion Arios. Menantu Presiden Joko Widodo mengembalikan formulir pendaftaran melalui DPD PDIP.

Sementara itu, untuk balon wakil wali kota yakni, Putrama Al Khairi, Nezar Djoeli, Hamdan Simbolon, Boydo HK Panjaitan dan Fitriani Manurung.Seluruh nama balon yang mengembalikan formulir pendaftaran itu sudah dikirimkan DPC dan DPD PDIP ke DPP untuk diputuskan.

Seperti diketahui, pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Medan dipastikan tanpa diramaikan pasangan calon (Paslon) perseorangan.Sebab, sampai batas waktu terakhir, tidak ada pasangan yang dianggap memenuhi persyaratan.

"Ada pasangan yang mendatangi KPU namun jumlah dukungan belum terpenuhi. Padahal, batas terakhir itu pukul 24.00 WIB malam," ujar Komisioner Komisi Pemilihan Umum Medan, Rinaldi Khair.

Rinaldi mengungkapkan, para paslon bersama pendukung yang mendatangi kantor penyelenggara pemili itu juga belum memasukkan data berkas dukungan pada formulir B.1.KWK dan Form B2-KWK.

"Pasangan Azwir-Abdul Latief Khan hanya mampu menginput 948 dukungan dari syarat minimal 104.954 dukungan.Sedangkan pasangan Yudi Irsandi-Suyono hanya menginput 104 dukungan," sebutnya.

Menurutnya, kedua pasangan ini dinilai tidak memenuhi persyaratan untuk maju lewat jalur perseorangan saat pilkada di Medan, September 2020 mendatang.

Sumber: medanmerdeka.com

Editor: tom.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.