HETANEWS

Usaha Rumahan Keripik Singkong yang Ditekuni Mulianto bersama Istrinya Cukup Menjanjikan

Proses pembuatan kripik singkong, di kediaman Mulianto.

Simalungun, hetanews.com - Usaha rumahan keripik singkong memang tidak bisa dipandang sebelah mata. Siapa tidak kenal dengan keripik singkong? Makanan kecil khas masyarakat kecil yang sudah ada sejak dulu. 

Maka tak heran, jika keripik ubi kerap menjadi makanan favorit sejumlah orang dengan beragam sajian dan varian rasa dan keripik singkong  juga bisa menjadi salah satu ide usaha makanan ringan yang potensial.

Seperti cerita usaha rumahan keripik singkong yang ada di Dusun l, Kelurahan Karang Rejo, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Salungun, milik Mulianto (51) dan istrinya Sri (43).

Meski hanya usaha rumahan, Mulianto bersama Istrinya mampu memproduksi puluhan kilo keripik singkong siap makan, dengan bahan berkisar 250 kg hingga 300 kg singkong per harinya. Tentu saja dari angka ini, setiap bulannya, Mulianto bisa memperoleh omset hingga jutaan rupiah.

Untuk pemasaran usaha kripik singkong dan kripik pisang hasil produksinya, dipasarkan sebuah grosir di Kota Pematangsiantar yang nantinya dipasarkan hingga keluar kota.

Adapun  resep keripik singkong yang ia pakai, masih saja seperti dulu, hanya dengan menggunakan garam, dan tentunya dengan dukungan ubi yang berkwalitas dari petani ubi yang ada di sekitar Kecamatan Gunung Maligas.

Dan kini usaha yang ia bangun selama 10 tahun, akhirnya bisa menghidupi keluarga dan sudah cukup dikenal.

Bahkan menurut Mulianto, pada hari besar agama, sampai sampai tidak dapat memenuhi target, karena para pekerja dan alat yang ia gunakan masih manual.

"Kalau untuk bahannya sendiri, itu merupakan singkong yang berusia 9 hingga 10 bulan, yang mana singkok tersebut dapat menghasilnya kripik yang gurih dan renyah. Dan setiap harinya, kita menghabiskan singkong sebanyak 250 sampai 300 kilogram untuk bahan kripik, dan pemasarannya ke grosir yang ada di Siantar. Dan dari sanalah, nantinya akan sampai hingga ke luar kota,"ujar Mulianto kepada wartawan, Sabtu (29/2/2020) siang.

Untuk membuat produknya semakin menarik di pasar, Mulianto juga membuat dua rasa kripik singkong, rasa original dan pedas. Sedangkan harganya ia pasarkan mulai dari harga Rp 18000 per kilogramnya.

Penulis: tim. Editor: gun.