Simalungun, hetanews.com - Pimpinan Forkopimda Siantar - Simalungun, diantaranya, Wakil Wali Kota Pematangsiantar, Togar Sitorus, Kajari Simalungun, Gloria Sinuhaji dan Kasi Pidum, M. Irvan Maulana, Ketua PN Simalungun, A Hadi Nasution SH, mewakili Dandim, mewakili Kapolres Siantar/Simalungun,  Danramil, Ketua Ombudsman Republik Indonesia wilayah Sumut, Abdya Siregar, berkesempatan mengelilingi berbagai rumah ibadah, di Lapas Klas IIA Pematangsiantar, beberapa waktu lalu.

"Kini menjalankan ibadah lebih nyaman dan hikmad, karena ruang ibadah sudah cukup luas dan bersih,"kata salah seorang warga binaan yang sedang mengikuti kebaktian di Gereja Lapas Klas IIA Pematangsiantar, ketika ditanya hetanews.com, Sabtu (29/2/2020).

Menurut Kalapas Porman Siregar, kebaktian, pengajian dan ibadah bagi agama Budha, dilakukan setiap Selasa. Dimbimbing penceramah (ustad) dan pendeta dari Kemenag.  "Saya bilang kalau mengisi ceramah di Lapas pahalanya lebih besar,"katanya sambil senyum.

Sejak kepemimpinannya, penceramah dari agama Islam, Kristen dan Budha mau datang ke Lapas, memberikan siraman rohani. Setiap Kamis malam, juga diadakan wirid Yasin bersama warga binaan, ungkapnya.

Beberapa pimpinan Forkopimda, berkesempatan meninjau sejumlah rumah ibadah siang kemarin. Rumah ibadah dibangun berdasarkan swadaya Lapas Klas IIA Siantar.

Seluruh pegawai, baik Islam/Kristen, ikhlas gajinya dipotong setiap bulan untuk membangun rumah ibadah, jelas Porman.

Kami seyogianya masih berharap adanya perhatian dari dua pemerintahan daerah (Siantar dan kabupaten Simalungun), tapi sekian banyak permohonan disampaikan, tidak mendapat tanggapan. "Ini memang Lapas Klas IIA Pematangsiantar, tapi berada di Kabupaten Simalungun. Penghuni Lapas juga dari Siantar Simalungun, seyogianya juga kedua pemerintah daerah ini memberikan perhatiannya ke mari,"ungkapnya.

Menurut warga binaan, dulunya Mesjid ataupun Gereja hanya berkapasitas 70 orang. Dengan kondisi rumah ibadah yang kotor dan bau karena banyak air. Tapi kini sudah bersih dan nyaman bahkan bisa menampung seluruh napi untuk beribadah. Meski dibalik jeruji, tak menjadi kendala dekat dengan Tuhan, katanya.

Meski sudah dibangun dengan lebih besar, namun masih banyak yang perlu dilengkapi. Dan kami masih membutuhkan perhatian Pemko dan Pemkab, kata Porman didampingi Humas Hiras Silalahi. 

Usai mengelilingi tempat ibadah di Lapas, Wakil Wali Kota mengungkapkan rasa kekagumannya dengan sejumlah perkembangan di Lapas.

Bukan hanya pembangunan rumah ibadah saja, tapi penataan dan pembangunan sejumlah fasilitas lainnya. "Banyak perkembangan dan lebih baik,"kata Togar Sitorus dan diamini Forkopimda lainnya.