Hetanews.com - Untuk pertama kalinya, sepasang elang laut berparuh putih tertangkap kamera tengah menyiksa seekor kelelawar besar dengan menjatuhkannya berulang kali ke dalam laut. Peneliti menyebut peristiwa itu sebagai “novel predator strategy”.

Peristiwa terjadi di Pulau Tioman, di lepas pantai Semenanjung Malaysia. Kala itu, para iluwan yang sedang mengamati elang putih justru mendapati pemandangan langka: Sang burung menyiksa berulang kali seekor kelelawar besar.

Menurut kesaksian peneliti, elang laut berparuh putih dengan nama ilmiah Haliaeetus leucogaster tiba-tiba bergerak ke sebuah pohon dan langsung menangkap kelelawar besar (Pteropus hypomelanus) yang tengah bergelantungan.

“Meski peristiwa tangkapan berada di luar pandangan kami, tapi kami mendengar suara ribut yang mungkin dari koloni kelelawar, dan melihat elang laut yang terbang ke arah lautan sembari mencengkram seekor kelelawar menggunakan cakarnya. Setelah terbang sekitar 300 meter dari bibir pantai, elang itu menjatuhkan kelelawar ke laut sementara elang laut lainnya berputar-putar di sekitarnya,” tulis para peneliti dalam Journal of Bat Research and Conservation.

Video

Adegan dramatis tersebut berakhir di lautan. Alih-alih tenggelam, kelelawar justru berenang menggunakan tangannya untuk berenang ke permukaan dan berjalan menuju pantai. Yang menarik, metode berenang yang diperlihatkan oleh kelelawar belum pernah tercatat sebelumnya.

Setelah melemparkan kelelawar ke laut, dua elang putih kemudian kembali bertengger di atas pohon. Mereka mengamati kelelawar yang tengah berjibaku berenang ke daratan. Setelah 20 menit berlalu, salah satu elang kembali terbang dan menyambar kelelawar besar tersebut. Sekali lagi, si burung membawanya ke udara dan melemparkan kelelawar ke laut.

Si kelelawar tak berdaya tatkala diserang elang putih. Mereka hanya bisa berenang untuk kembali ke darat menggunakan lengan yang ada di sayapnya, susah payah merangkak secara perlahan ke pinggir pantai.

Elang laut
Elang laut berparuh putih (Haliaeetus leucogaster).

“Pada titik ini, kami terpaksa menghentikan pengamatan kami karena harus pindah ke situs lain, dan meninggalkan pengamatan di dekat pantai. Dengan demikian tidak jelas apakah elang laut mengulangi perilakunya,” tulis para peneliti.

Menurut penduduk setempat, perilaku elang menyerang kelelawar memang sering terjadi, kendati belum pernah dicatat oleh para ilmuwan. Peneliti menduga, apa yang diperlihatkan elang putih mungkin adalah salah satu strategi berburu dengan menggunakan laut sebagai perantara untuk melumpuhkan mangsanya.

Adapun kelelawar besar yang dijuluki rubah terbang banyak ditemukan di daerah tropis, dari Madagaskar ke Asia hingga Australia. Meski jumlahnya semakin berkurang, kelelawar besar dianggap sebagai spesies yang paling tidak diperhatikan oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN). Di Pulau Tioman, kelelawar adalah jenis hewan yang dilindungi.

Sumber: kumparan.com