HETANEWS

Virus Corona Ganggu Perekonomian Nasional Lewat Dua Jalur Ini

Pertumbuhan ekonomi

Jakarta, hetanews.com - Wabah Virus Corona mengganggu sistem perekonomian global, tak terkecuali Indonesia. Dampak covid-19 ini memengaruhi perekonomian Indonesia lewat dua jalur, yaitu sektor keuangan dan sektor riil.

Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan sektor keuangan sempat terganggu pada 27 Januari 2020 lalu. Namun, saat itu masih bisa ditangani sehingga tidak berdampak secara menyeluruh. Saat itu, semua pihak beranggapan virus asal Wuhan di China ini dapat mirip dengan virus SARS.

"(Sebelumnya) orang masih berpikir ini kayak SARS jadi cepat ditangani dan pasar kita masih relatif baik," kata Destry di Komplek Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (28/2).

Jika dibandingkan dengan kasus SARS, angka kematian yang diakibatkan virus corona terhitung lebih sedikit. Apalagi korban meninggal akibat virus ini mayoritas berusia lanjut. Hanya saja, korban virus ini menyebar ke berbagai negara baik di kawasan Asia, Eropa hingga Timur Tengah.

"Market itu memang sesuatu yang tidak bisa diatur. Kita (Bank Indonesia) pasti mengamati tapi kita enggak bisa bergerak berbuat frontal," ujar Destry.

Untuk itu, Bank Indonesia tetap mengambil langkah yang terukur untuk menjaga stabilitas pasar. "Nah yang agak sulit dilihat ini sektor riil karena itu sangat menunggu epidemic (reda)," kata Destry.

Pada sektor riil ada tiga subsektor yaitu pariwisata, perdagangan dan investasi. Di pariwisata, China merupakan nomor dua terbesar penyumbang wisman ke Indonesia. Ada sekitar USD 1,2 miliar sampai USD 1,5 miliar uang yang masuk dari wisman negara tirai bambu itu.

Di perdagangan, saat ini sudah ada kebijakan supply change industri. Sehingga sifatnya global production network, satu negara dan lain sangat terkait. Dalam global production, China memiliki andil besar untuk memengaruhi produksi global. Indonesia bisa kena terdampak karena bahan baku produksi di Indonesia banyak diimpor dari China.

"Meski ada blessing in disguise. Kita coba lihat potensi di domestik sehingga ada substitusi impor," kata Destry.

  • Investasi China di Indonesia

Sementara itu, di investasi, China juga merupakan negara terbesar kedua yang berinvestasi di Indonesia. Bahkan beberapa waktu lalu China banyak masuk ke industri yang sifatnya hilirisasi.

Kerja sama ini dianggap sangat menguntungkan karena China mau memberi produk hilirisasi yang menambah nilau jual. China dikabarkan mengimpor nikel dari Indonesia.

"Dengan hilirisasi kita bisa dapat nilai tambah lebih tinggi," kata Destry.

Saluran itulah yang harus diwaspadai seberapa besar dampaknya. Namun, dia mengaku Bank Indonesia masih melakukan proses penghitungan.

"Tapi apakah sampai di bawah 5 persen? Bisa, jika kita tidak lakukan apa-apa. Tapi kalau kita lakukan sesuatu, stimulus yang sudah saya katakan, dampaknya bisa kita mitigasi," Destry menerangkan.

Bank Indonesia optimis perekonomian nasional tidak akan mengalami krisis, dengan catatan memiliki policy yang jelas mengenai langkah selanjutnya yang perlukan. 

sumber: merdeka.com

Editor: sella.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.