HETANEWS

Kapal Perang China Dilaporkan Tembak Laser ke Pesawat AS

Foto udara ini diambil pada 2 Januari 2017, menunjukkan formasi angkatan laut China, termasuk kapal induk Liaoning (tengah), selama latihan militer di Laut China Selatan. Foto: STR/AFP/Getty Images

Hetanews.com - Angkatan Laut AS mengatakan pada Kamis (27/2/2020), kapal perang militer China telah menembakkan laser tingkat militer ke pesawat pengintai P-8A milik Angkatan Laut AS pekan lalu, saat pesawat itu sedang terbang di atas Samudra Pasifik.Penembakan laser itu dikecam oleh Angkatan Laut AS, yang menyebut tindakan itu “tidak aman dan tidak profesional.”

“Tindakan kapal perang milik Angkatan Laut Republik Rakyat China tidak aman dan tidak profesional,” kata Armada Pasifik AS dalam pernyataan, Kamis (27/2/2020).

Pernyataan itu dikeluarkan sesaat setelah insiden tersebut, yang terjadi sekitar 380 mil dari Guam, di mana AS memiliki kehadiran militer yang signifikan.

“Laser tingkat senjata itu, yang tidak terlihat dengan mata telanjang, ditangkap oleh sensor P-8A, dan berpotensi menyebabkan bahaya serius bagi awak pesawat, serta sistem pesawat,” pernyataan itu menambahkan.

Laser itu tampaknya merupakan bagian dari sistem senjata penghancur jarak dekat, kata juru bicara Angkatan Laut AS kepada Business Insider.Kapal perang China itu (yang bernomor lambung 161) tampaknya merupakan kapal perusak Hohot tipe 052D Luyang III.

Sinar laser kelas militer, yang juga dikenal sebagai “dazzler”, mengeluarkan sinar cahaya yang kuat yang dapat menjangkau jarak yang jauh, dan digunakan untuk menerangi kokpit pesawat, dan membutakan pilot untuk sementara.Para pejabat pertahanan, protes diplomatik formal, yang dikenal sebagai démarche, akan segera dikeluarkan.

Kapal induk China, Liaoning, diikuti oleh kapal perang perusak dan frigat pada saat latihan angkatan laut pada 18 April 2018.
Foto: AFP

Armada Pasifik AS menuduh kapal perang China itu melanggar aturan internasional, termasuk perjanjian tentang perilaku di laut, dengan menargetkan pesawat yang beroperasi di wilayah udara di atas perairan internasional, dengan laser.Insiden itu terjadi di tengah ketegangan yang sedang berlangsung antara militer AS dan militer China.

Pentagon telah berulang kali menyatakan China merupakan ancaman yang semakin serius terhadap keamanan regional, dengan mengatakan investasi besar China dalam militernya bertujuan untuk mencapai dominasi regional.

“Seiring waktu, kami telah menyaksikan mereka merebut dan melakukan militerisasi pulau-pulau di Laut China Selatan, dan memodernisasi angkatan bersenjata mereka, sambil berusaha untuk menggunakan teknologi untuk mengubah lanskap kekuatan dan membentuk kembali dunia untuk kebaikan mereka, yang seringkali mengorbankan negara lain,” Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengatakan awal bulan ini.

Insiden semacam ini pernah terjadi beberapa kali sebelumnya.Militer AS pernah mengeluarkan protes yang sama kepada militer China karena menggunakan laser terhadap aset dan personel AS.

Pada 2018, Kementerian Pertahanan AS menuduh militer China (khususnya personel yang ditempatkan di pangkalan militer luar negeri pertama negara itu di Djibouti) menggunakan laser untuk menargetkan pesawat AS yang beroperasi di dekatnya.

Notice to airmen (NOTAM), atau pemberitahuan kepada penerbang, yang dikeluarkan pada saat itu mendesak pilot “untuk berhati-hati ketika terbang di daerah-daerah tertentu di Djibouti, karena ada laser yang diarahkan ke pesawat AS.”

“Pada salah satu insiden, awak pesawat C-130 mendapat cedera mata kecil karena paparan sinar laser tingkat militer, yang dilaporkan berasal dari pangkalan China terdekat,” menurut pemberitahuan itu.

Sumber: matamatapolitik.com

Editor: tom.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.