HETANEWS

Alasan Ojol Demo DPR: Larang Motor Jadi Angkutan Umum Tak Relevan

Suasana saat Driver ojol saat demo di depan Gedung DPR.

Jakarta, hetanews.com - Pernyataan Wakil Ketua Komisi V F-PPP Nurhayati Monoarfa yang mengatakan mayoritas anggota Komisi V menolak motor sebagai angkutan umum, menuai demonstrasi dari pengendara ojek online (ojol).

Pasalnya, mereka adalah pihak yang banyak mengambil manfaat dari sepeda motor. Koordinator aksi Lutfi Pramudya Iskandar Yohon mengatakan, pernyataan Nurhayati adalah salah satu alasan mereka demo ojol hari ini.

"Ini sebagai reaksi dari statemen wakil ketua komisi V DPR RI Ibu Nurhayati, yang mengatakan mengenai penolakan angkutan roda dua tidak bisa menjadi transportasi umum, tapi dalam hal ini temen-temen dari driver ojol kita memahami bahwa di negara manapun tidak ada namanya roda dua jadi transportasi umum," kata Lutfi di Depan Gerbang DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (28/2).

Lutfi Pramudya Iskandar Yohon
Koordinator aksi demo ojol, Lutfi Pramudya Iskandar Yohon

Namun, menurut Lutfi, demonstran hari ini juga mengkritisi wacana itu. Lutfi melihat alasan motor agar tak jadi kendaraan umum tak relevan.

"Karena gini ya kita mau masuk jadi driver itu melalui uji keselamatan yang namanya safety riding. Jadi semua driver itu melalui tahap safety riding sebelum diterima dari driver ojol," kata Lutfi.

"Kalau alasan utamanya roda dua keselamatan, saya rasa sebelum ada ojol tingkat kecelakaan lalu lintas tinggi. enapa enggak perusahaan motor yang dilarang atau ditutup kalau misalnya alasannya roda dua ditolak karena keselamatan," sambungnya.

Lebih lanjut, Lutfi menuturkan, kalau alasannya keselamatan, dalam momen lebaran saja masyarakat mudik juga menggunakan motor. Dia menegaskan, wacana penolakan legalitas jadi transportasi umum tersebut melukai perasaan jutaan driver ojol.

"Seperti kita kita tahu bersama sejak awal ojol hadir platform utamanya adalah ojek online bukan kurir," katanya.

Sumber: kumparan.com 

Editor: suci.