HETANEWS

Hakim Ringankan Vonis 2 Terdakwa Patungan Beli Sabu Hanya 18 Bulan Penjara

Dua terdakwa berdiri mendengar hakim membacakan vonis 18 bulan penjara. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Majelis hakim, pimpinan Roziyanti, meringankan vonis Ricko Gutawa (30), warga Nagori Kerasaan II, Kecamatan Pematang Bandar dan Erwin Effendi Sihotang (39), warga Huta V Nagori Bangun, Kecamatan Gunung Malela, menjadi 18 bulan saja. Putusan itu dibacakan dalam persidangan, Kamis (27/2/2020), di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun.

Sebelumnya, kedua terdakwa, masing - masing dituntut jaksa Barry Sugiarto SH selama 2,6 tahun penjara. Keduanya dinyatakan terbukti bersalah, melanggar pasal 127 (1) UU RI No 35/2009  Jo pasal 55 (1) ke-1 KUH Pidana.

Keduanya terbukti  membeli sabu dari Suprik (DPO), di Nagori Pematang Kerasaan Rejo, seharga Rp200 ribu, masing - masing Rp100 ribu.

Usai menerima sabu dengan berjalan kaki menuju Simpang KUD, di kampungnya. Lalu ditangkap polisi dari Satres Narkoba Polres Simalungun, saksi Andi Nainggolan, A Manurung, A Sibarani dan Aprido Tampubolon yang telah mendapatkan informasi.        

Para terdakwa diamankan, pada Kamis, 26 September 2019 lalu, di jalan Nagori Kerasaan Rejo.

Barang bukti disita, 2 paket sabu dari dalam kotak rokok Gudang Garam, 4 plastik klip berisi sisa sabu, kaca pirex dan pipet dinyatakan untuk dimusnahkan.

Menurut hakim, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkotika.  Atas vonis tersebut, terdakwa didampingi pengacara, Parlin Silalahi dari Posbakum PN Simalungun, menyatakan terima. Sedangkan jaksa bilang pikir-pikr. Persidangan dibantu panitera, M Ramli, dinyatakan selesai dan ditutup.      

          

Penulis: ay. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.