HETANEWS

Muncul Usulan di Kongres Umat Islam Agar Jokowi Bubarkan BPIP

Pembukaan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) ke-VII di Bangka Belitung.

Bangka belitung, hetanews.com - Kongres Umat Islam Indonesia VII bertema ‘Strategi Perjuangan Umat Islam Indonesia dalam Mewujudkan NKRI yang Maju, Adil, dan Beradab’ bertempat di Bangka Baru, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memasuki hari kedua.

Dalam gelaran ini, para peserta membahas berbagai isu di bidang politik, hukum, budaya, serta ekonomi dalam perspektif Islam.

Dalam salah satu sesi sidang pleno, dengan tema ‘Strategi Implementasi Ideologi Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara’, mencuat kritik-kritik terhadap Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi.

Kritik itu terkait polemik agama musuh Pancasila yang belakangan memancing keriuhan publik.

Salah seorang peserta kongres, utusan Komisi Pendidikan dan Kaderisasi MUI Pusat, Tuty Mariani, mengatakan lontaran Kepala BPIP sangat mengganggu umat Islam, terutama mereka yang memahami proses lahirnya Pancasila.

"Terkait dengan tema yang sebelum kongres ini, jujur kita mengatakan, statement Ketua BPIP sangat meresahkan dan sangat mengganggu umat Islam. Bahkan organisasi-organisasi besar Islam sudah memberikan statement, NU, Muhammadiyah, bahkan juga MUI,” ungkap Tuty di forum pleno kongres, di Hotel Novotel Bangka and Convention Centre, Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Kamis (27/2).

“Dan di awal kongres ini hampir kita semua senada tentang tema ini. Apalagi bagi kita yang paham sekali tentang proses sejarah rumusan Pancasila sebagai dasar negara,” tambahnya.

Tuty pun mengusulkan agar forum kongres nantinya menghasilkan sikap berupa desakan kepada Presiden Joko Widodo untuk memecat Yudian sebagai Kepala BPIP.

“Saya sebagai pengantar saja mengusulkan, paling tidak KUII VII ini salah satu rekomendasinya menghasilkan, bukan sekadar mengimbau, tapi meminta kepada Presiden untuk memberhentikan Ketua BPIP,” tandasnya.

  • Membubarkan BPIP

Selain Tuty, desakan senada juga disampaikan peserta kongres lainnya. Salah satunya dari Sekretaris MUI Nusa Tenggara Barat (NTB), Rahman, saat sesi pleno sebelumnya bertema ‘Strategi Perjuangan Umat Islam Untuk Mewujudkan NKRI yang Maju, Adil, dan Beradab’.

Rahman mendesak forum kongres agar mengeluarkan rekomendasi pembubaran BPIP. Pasalnya, BPIP dinilai hanya menghamburkan uang negara.

“Ide yang paling baik sekarang kita lakukan adalah pecat kepala BPIP, itu rekomendasi kita, bubarkan BPIP karena menghamburkan uang negara,” ucapnya.

Usulan para peserta kongres terkait BPIP itu merupakan bagian dari aspirasi peserta kongres yang akan dicatat dan ditampung oleh panitia kongres.

Wakil Ketua Umum Dewan Pertimbangan MUI Pusat, Muhyiddin Junaidi mengatakan usulan, pemikiran atau kritik para peserta pleno belum tentu itu menjadi rekomendasi kongres. Katanya, usulan-usulan itu akan diinventarisasi, dibahas dalam lingkup komisi-komisi kongres, untuk kemudian diabstraksikan menjadi pikiran, atau rekomendasi hasil kongres.

“Bahwa ada 8 komisi yang kita akan bentuk yang masing-masing membahas bentuk materi yang berkaitan dengan pendidikan, filantropi, dengan politik dan sebagainya, nanti kita akan rangkum,” terang Muhyiddin.

  • Kongres Digelar MUI

Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Kegiatan ini berlangsung selama 26 - 29 Februari, bertempat di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kongres ini diikuti para pengurus MUI seluruh Indonesia, perwakilan organisasi Islam, ulama, unsur pondok pesanteren, hingga unsur perguruan tinggi.

Dalam kegiatan kongres ini, para ahli agama atau cendikiawan akan membicarakan berbagai topik, berikut membentuk tawaran-tawaran solusi yang akan disampaikan kepada pemerintah. Topik itu menyangkut pendidikan, ekonomi, budaya, hukum dan sosial dan politik.

Adapun pembahasan-pembahasan itu akan dilakukan dalam bentuk focus group discussion, panel, serta dialog ulama/cendikiawan dari beragam latar lembaga atau organisasi, seperti Nahdhatul Ulama, Muhammadiyah, Syarikat Islam, Dewan Masjid Indonesia, dan lain sebagainya.

Kurang lebih 800 peserta, baik utusan lembaga dan organisasi maupun undangan dari berbagai daerah, diinformasikan mengikuti kongres umat Islam lima tahunan ini.

Sumber: kumparan.com 

Editor: suci.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.