HETANEWS

Periksa Sekjen PDIP, KPK Telisik Percakapan dari Barang Bukti Elektronik

Hasto Kristiyanto. Foto: ©2020 Liputan6.com/Fachrur Rozie

Hetanews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto soal isi barang bukti elektronik yang disita tim penyidik lembaga antirasuah beberapa waktu lalu.Penyitaan berkaitan dengan kasus dugaan suap penetapan anggota DPR RI Fraksi PDIP Harun Masiku melalui mekanisme pergantian antar-waktu (PAW).

"Hari ini kita kembali periksa Pak Hasto Kristiyanto sebagai saksi selaku Sekjen PDIP di mana pemeriksaan hari ini merupakan pendalaman pemeriksaan sebelumnya dan lebih fokus kepada terkait konfirmasi isi dari barang bukti elektronik," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (26/2/2020).

Ali tak bersedia membeberkan isi percakapan yang ditelisik ke Hasto dalam pemeriksaan kali ini.Hasto diperiksa untuk melengkapi berkas penyidikan mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

"Mengenai detail isi percakapan, isi dari barang elektronik tersebut tentu tidak bisa kami sampaikan secara detailnya, tetapi nanti di persidangan tentu akan dibuka seluas-luasnya oleh jaksa penuntut umum yang akan menyidangkan perkara keempat tersangka ini," kata Ali.Hasto sendiri usai diperiksa tim penyidik mengaku dicecar sekitar 14 pertanyaan.

"Ada sekitar 14 hal-hal yang harus saya beri keterangan tersebut, untuk itu saya ikuti seluruh proses hukum dengan sebaik-baiknya," ujar Hasto di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Hasto Tak Bersedia Membeberkan

Saat disinggung soal materi pemeriksaan, Hasto tak bersedia membeberkan.Menurut Hasto, yang berhak mengumbar materi pemeriksaan adalah tim penyidik.

"Ini kan undangan yang diberikan ke saya sifatnya rahasia, tadi saya tanya ke penyidik bagaimana nanti, pihak KPK yang akan memberikan keterangan terkait materi tersebut," kata Hasto.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Wahyu ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan penerimaan suap penetapan anggota DPR terpilih 2019-2024.Tak hanya Wahyu Setiawan, KPK juga menetapkan 3 tersangka lainnya dalam kasus tersebut.

Yakni mantan Anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, mantan Caleg PDIP Harun Masiku, dan Saeful pihak swasta. Harun hingga kini masih buron.Pemberian suap untuk Wahyu itu diduga untuk membantu Harun dalam Pergantian Antar Waktu (PAW) caleg DPR terpilih dari Fraksi PDIP yang meninggal dunia yaitu Nazarudin Kiemas pada Maret 2019.

Namun dalam pleno KPU pengganti Nazarudin adalah caleg lainnya atas nama Riezky Aprilia.Wahyu diduga sudah menerima Rp 600 juta dari permintaan Rp 900 juta. Dari kasus yang bermula dari operasi tangkap tangan pada Rabu, 8 Januari 2020 ini, tim penindakan KPK menyita uang Rp 400 juta.

Sumber: liputan6.com

Editor: tom.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.