HETANEWS.COM

Lapatar Bakery Produksi Roti Ala Lapas Siantar "Yummy"

Kalapas didampingi Tony Nainggolan, melihat warga binaan membuat roti. (foto/ ay)

Simalungun, hetanews.com - Ternyata Lapas bukan hanya sebagai tempat narapidana menjalani masa pemidanaan saja. Banyak yang dapat dilakukan selama menjalani masa hukuman. Semua tergantung pada sosok pimpinan yang mampu mengajak warga binaan "bergairah" melakukan hal positif.

Seperti Lapas Klas IIA Siantar yang dipimpin  Porman Siregar A.Md.IP.SH MH, memberdayakan semua warga binaan yang mau aktif melakukan pekerjaan dan juga menghasilkan suatu karya.

Dengan harapan, jika bebas nanti, mempunyai keahlian untuk bisa mandiri menghidupi diri sendiri ataupun keluarga. Tidak lagi melakukan perbuatan melanggar hukum.

Di Lapas yang terletak di jalan Asahan ini, sudah banyak warga binaan yang berkarya, seperru di bBarber shop, bakery, salon, menjahit, kerajinan kayu, membuat ulos, bercocok tanam, bertani dan lainnya.

Dengan memberdayakan koperasi Lapas, lembaga ini mempunyai bisnis yang menjanjikan. Setidaknya kebutuhan untuk Lapas bisa terakomodir.

Sesuai pantauan Hetanews.com, siang tadi, keberadaan  Lapatar bakery telah menghasilkan roti yang layak jual.

Roti yang diproduksi, tak kalah enaknya dengan roti yang diproduksi di toko ternama Siantar. Lembut dan gurih dengan berbagai varian rasa, kelapa, coklat, pandan, pisang, dan keju. Kata Lapatar, berarti Lembaga Pemasyarakatan Siantar, jelas humas Hiras Silalahi yang turut mendampingi Kalapas.

Menurut Porman, produksi roti telah diedarkan bekerjasama dengan berbagai rumah makan. Bahkan sudah banyak permintaan, seperti acara ulang tahun dan lainnya. Juga jika ada kegiatan di Lapas, maka kami tidak lagi mengorder kue dari luar, ungkapnya.

Produksi roti dikelola sepenuhnya oleh warga binaan dengan mendatangkan ahli dari BLK Siantar-Simalungun untuk memberikan pelatihan tata cara pembuatan roti, jelas Porman sambil tersenyum.

"Selain pembuatan roti yang sudah berjalan hampir 3 bulan,  ada juga salon kecantikan dan usaha di luar seperti rumah makan terbuka untuk umum. Kami juga sedang membuat kolam pancing untuk umum di halaman samping eks musholla, “ujarnya.

Salah seorang warga binaan  mengaku senang karena sudah bisa membuat roti. "Saya merasa lebih berarti karena sudah bisa membuat roti seperti ini. Setidaknya jika bebas nanti saya bisa membuat usaha,"ungkapnya yang mengaku saat ini menjalani hukuman karena kasus narkotika.

Sedangkan napi wanita lainnya mengatakan terima kasih kepada Kalapas karena meski tegas dan penuh disiplin, tapi kami dihargai dengan membuat berbagai keterampilan. Sehingga kami tidak merasa bosan dalam menjalani hukuman. Ada kesibukan untuk menjadikan diri kita berarti, katanya.

Penulis: rahayu. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!