HETANEWS

Satpol PP Diminta Tata Lapak Pedagang di Parluasan, Akses Jalan Sempit Dikeluhkan

Persis di depan ruko terdapat lapak jualan pedagang. (Foto: ist)

Siantar, hetanews.com - Susunan lapak jualan pedagang di Pasar Dwikora Parluasan, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Utara, dinilai semwarut dan perlu penataan yang serius. Hal ini untuk menjaga kenyamanan dan ketertiban di pasar tradisional itu sendiri.

Adanya penataan lapak yang kurang baik seperti disampaikan Mikael, pemilik grosir di Jalan TB Simatupang. Keluhan disampaikan pengusaha kelontong itu terkait susunan lapak pedagang persis di depan rukonya dinilai menghalangi. Ia pun berharap Satpol PP menata lapak para pedagang.

Pantauan di lokasi terdapat ada dua meja berukuran besar milik pedagang berada persis di depan ruko. Kondisi ini membuat sulitnya akses keluar masuk kendaraan roda tiga atau becak guna kegiatan bongkar muat dilakukan di toko, tiap harinya.

"Kita gak minta mereka digusur bang, kita juga tau mereka bedagang, tapi maunya ditata lah biar kami juga bisa jualan. Masa untuk keluar masuk becak kami saja sulit sekali. Dahulu kami gak pernah begini," ujarnya ketika berbincang-bincang dengan wartawan, Selasa, 25 Februari 2020.

Dijelaskan, sebelumnya persis di depan rukonya tersedia akses jalan yang mengarah ke toko kelontong miliknya. Ruang ini bisa dilalui roda tiga atau becak keluar masuk melakukan aktifitas bongkar muat.

Ia mengakui sempat terjadi cekcok antara pedagang sayur mayur yang ada di depan usahanya dengan keluarganya. Bahkan, permasalahan sampai ke kantor polisi. Padahal menurutnya, apabila pihak terkait serius mengatur lapak dengan rapi, hal itu tak bakalan terjadi.

"Sempat ribut bang. Mereka pedagang mengaku berhak di sana karena sudah membayar sewa. Tapi jadi jalan (becak) ke toko kami sulit. Kan gak boleh gitu. Kami cuma minta kasih lah jalan becak kami biar bisa keluar masuk, cuma itu aja," ujarnya.

Lapak Pedagang Dibandrol Rp 4,5 Juta

Salah seorang pedagang berada persis didepan toko kelontong mengaku ia membayar Rp 4,5 juta biaya sewa lapak untuk per tahun. Biaya ini diakuinya disetorkan ke pria marga Tambunan.

Ia tak menampik sempat terjadi cekcok dengan pemilik toko. Namun menurutnya, kondisi itu terjadi lantaran pemilik toko meletakkan becak persis di depan dagangannya. Namun ia membantah ada ruang jalan persis depan ruko.

"Tapi setelahnya (cekcok) meja ini sudah kami gesernya bang. Abang lihat lah sudah bergeser meja jualanku ini," kata pedagang mengaku boru Silitonga.

Penulis: tim. Editor: bt.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.