HETANEWS

Berlangsung Tertutup, 3 Orang Komisioner Bawaslu Simalungun Hadiri Sidang DKPP

Ilustrasi DKPP. (Int)

Siantar, hetanews.com - Ketiga orang komisioner Bawaslu Kabupaten Simalungun, menghadiri sidang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, yang berlangsung tetutup, Senin (24/2/2020), di Kantor Bawaslu Sumut, Jalan Haji Adam Malik Medan.

Informasi yang dihimpun wartawan, sidang DKPP tersebut dibuat tertutup karena pada pokok pengaduan ada kasus dugaan nikah sirih dan perselingkuhan.

Adapun ketiga teradu, yaitu, Muhammad Choir Naslan Nasution atau Ketua Bawaslu Kabupaten Simalungun (Teradu I), lalu Michael Richard Siahaan (Teradu II) dan Alfi Mulhair Nasution (Teradu III), masing – masing Anggota Bawaslu Kabupaten Simalungun.

Informasi yang dihimpun wartawan, jalannya sidang berlangsung alot dengan agenda mendengarkan pengaduan dan jawaban dari teradu, serta para saksi yang dihadirkan oleh pihak teradu.

Persidangan dipimpin Alfitra dari DKPP RI dan di dampingi tim pemeriksa daerah, Najir Salim Manik, Hardi Munthe, dan Hj. Ira Wirtati. 

Oknum guru, MS selaku pihak pengadu yang dikonfirmasi wartawan Senin malam (24/2/2020) mengatakan, intinya dia telah menyampaikan semua keterangan dan termasuk bukti terkait semua pokok pengaduannya kepada majelis sidang.

MS berkeyakinan kalau majelis sidang akan mempertimbangkan keterangan dan bukti – bukti yang dihadirkan.

“Semuanya kita tempuh demi menjaga nama baik Bawaslu Kabupaten Simalungun agar para komisionernya benar – benar menjaga kode etik sebagai penyelenggara Pemilu dan benar – benar berintegritas,”ungkapnya.

Foto: Muhammad Choir Naslan Nasution atau Ketua Bawaslu Kabupaten Simalungun (Teradu I), Michael Richard Siahaan (Teradu II) dan Alfi Mulhair Nasution (Teradu III), masing – masing Anggota Bawaslu Kabupaten Simalungun.

Lanjutnya, jika nantinya pokok pengaduannya benar, maka diharapkan majelis sidang atau pihak DKPP, tidak ragu memberikan sangsi yang seberat – beratnya.

Adapun pokok pengaduan, yaitu untuk  Muhammad Choir Naslan Nasution (Teradu I), duduga mencampuri kebijakan – kebijakan dalam administrasi dan keuangan kesekretariatan Bawaslu Kabupaten Simalungun, agar melakukan penolakan mobiler untuk keperluan kesekretariatan Panwascam di Kabupaten Simalungun yang merupakan kebijakan dari koordinator sekretariat. Hal ini disampaikan  oleh Teradu I dalam surat Bawaslu Kabupaten Simalungun Nomor 178/K.Bawaslu-Prov.SU-2/TU.00.01/2018 tanggal 1 November 2018.

Tidak hanya itu, Terduga I juga diduga melakukan perselingkuhan dengan perempuan berinisial ES. 

Sedangkan untuk Michael Richard Siahaan (Teradu II), disebutkan, bahwa Michael diduga mencampuri kebijakan – kebijakan dalam administrasi dan keuangan kesekretariatan dengan menerima dan mengelola langsung anggaran biaya pelaksanaan sosialisasi Sentra Gakumdu  dan penanganan pelanggaran pada pemilihan Gubernur dan Wagub Sumut tanggal 12 – 13 Maret 2018 dan tanggal 13 – 14 Maret 2018, di Hotel Parapat View Kabupaten Simalungun sebesar Rp 217.500.000 (dua ratus tujuh belas juta lima ratus ribu rupiah).

Baca juga: 3 Orang Komisioner Bawaslu Simalungun Disidang DKPP Besok, Berikut Bukti – bukti yang Akan Dihadirkan

Baca juga: Ini Alasan Oknum Guru Mengadukan 3 Orang Komisioner Bawaslu Simalungun ke DKPP

Dan Teradu III, Alfi Mukhair Nasution, bahwa pointnya sesuai dengan UU 7 tahun 2017,  dimana suami istri dilarang sebagai penyelenggara Pemilu.

Seperti diketahui bahwa istri dari Alfi Mukhair Nasution, bernama Dahlia Batubara, sebagai staf kesekretarian di divisi hukum Bawaslu Sumut.

Salah seorang tim pemeriksa daerah, Hardi Munthe, yang dikonfirmasi wartawan via ponsel, Senin malam (24/2/2020), mengaku tidak etis memberikan keterangan terkait sidang DKPP tadi.

“Sidang tadi kan tertutup jadi kurang etis saya memberi keterangan. Lain hal pihak pengadu atau teradu yang memberikan keterangan,”ujarnya.

Hardi juga memberitahukan, paling bisa memberikan keterangan setelah putusan.

Sementara itu, Alfi Mulhair Nasution (Teradu III), yang berhasil diminta tanggapannya terkait sidang DKPP tadi pagi via whatsapp, Senin malam (24/2/2020) menyebutkan “Sidang sudah dilaksanakan, pengadu sudah menyampaikan aduan nya, teradu sudah menjawab aduan pengadu. Keputusan ada di majelis yang terhormat untuk memutuskan putusan yang se adil adilnya. Itu saja yang bisa saya tanggapi. Trimakasih..”tulisnya.

Penulis: tim. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.