HETANEWS.COM

Mapala Khatulistiwa Gelar Survival Challange

Siantar, hetanews.com – Mahasiswa pecinta alam atau Mapala Khatulistiwa Universitas Simalungun [USI] menggelar kegiatan Survival Challenge. Kegiatan ini bertujuan untuk menerapkan perilaku mencintai alam ditengah derasnya budaya konsumerisme.

"Dulu nenek moyang kita hidup dengan memanfaatkan alam. Saat ini banyak pemuda yang mudah menyerah karena budaya konsumerisme itu dan menjadi tidak kreatif,”ujar inisiator kegiatan Prima Sitompul, Senin (24/2/2020)

“Jadi kita buat kegiatan yang menadukan simulasi, edukasi dan berbagai perlombaan agar merangsang pemuda khususnya pelajar melestarikan lingkungan," ujarnya.

Ia mengatakan, kemajuan zaman berdampak pada meningkatnya budaya konsumerisme dikalangan pemuda. Menurut Prima, hal itu mempengaruhi kreatifitas dan mental pemuda untuk mampu bertahan hidup dalam kondisi sulit. 

Baca juga: Atlet Taekwondo Simalungun Rosalina Napitulu Lulus PPLP di Jakarta

Kerusakan lingkungan juga dapat dicegah dengan menerapkan prilaku mencintai alam. Salah satunya mengurangi sampah plastik yang telah menyebabkan kerusakan lingkungan karena mengandung berbahaya yang tidak mudah terurai oleh alam.

Ketua Mapala Khatulistiwa,  Daniel Sianturi menambahkan, rendahnya kesadaran masyarakat mengelolah limbah plastik adalah tantangan pelestatian lingkungan hidup. 

"Banyak pesimis dalam menanggulangi kerusakan lingkungan. Padahal jika seorang melakukan hal kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan dan setiap orang menanam satu pohon, kerusakan lingkungan dapat berkurang." kata Daniel. 

Lewat kegiatan ini peserta yang mayoritas pelajar dapat belajar untuk mengatur konsumsi sampah plastik dan memanfaatkan menjadi kreasi yang bernilai ekonomis. 

Baca juga: Rektor USI: Peran Alumni Sangat Penting Memajukan Kampus

“Semua bergantung kepada bagaimana cara kita memberikan contoh yang baik untuk diterapkan di rumah dan sekolah. Bisa dalam hal mendaur ulang barang. Dan sikap konsisten melestarikan lingkungan itu pun sangat penting ajarkan dan diterapkan sejak dini,"  jelas Daniel

Mika, salah satu peserta dari SMK Negeri 1 Kabupaten Simalungun merasa senang dapat mengikuti kegiatan Survival Challenge.

Siswa kelas 3 jurusan Multi Media itu berkeinginan mengajarkan pengalaman serta ilmu yang dia dapatkan kepada adik kelasnya agar turut menerapkan prilaku melestarikan lingkungan hidup. 

"Ya senang dapat ilmu, teman dan pengalaman. Tadi juga dapat ilmu dari kakak Mapala tentang merawat lingkungan karena itu sangat penting untuk generasi mendatang. 

Harapanya, semoga ilmu bisa dan pengalaman dapat diajarkan kepada adek kelas,"ujarnya mengakhiri. [Rel]

Baca juga: Hulman itu Menang karena Dekat dengan Masyarakat sewaktu jadi Wali Kota

Editor: edo.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!