HETANEWS

Masyarakat Kecewa dengan Pelayanan Kantor Imigrasi Siantar

Pria yang kesal dengan pelayanan kantor imigrasi. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Masyarakat sebagai pemohon pembuat passport, kecewa dengan kinerja dan pelayanan kantor Imigrasi Klas II Siantar yang berada di jalan Medan, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun.

Hal ini terjadi Senin (24/2/2020), seorang pelanggan meluapkan kekecewaannya sambil merekam aksinya di kantor itu.

"Lihat pak Menkumham, pak Yasonna Laoly...inilah yang terjadi di kantor imigrasi,"teriaknya sambil merekam aksinya menggunakan ponselnya.

Peristiwa ini terjadi, ketika wartawan hetanews.com yang juga berada di kantor itu, dengan urusan yang sama.

Seorang bapak yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan "ayo kita viralkan,"katanya dengan suara yang keras. Sehingga petugas pun berusaha memberikan penjelasan kepada bapak tersebut yang sudah lama menunggu dan sejak tadi sudah menyelesaikan administrasi membuat passport.

Pria ini merasa kesal, ketika mendapat antrian nomor 20. Menurutnya, nomor antrian 19 sudah lama keluar, tapi dirinya tak juga dipanggil untuk foto dan wawancara.

Lalu petugas meminta semua masyarakat yang sudah mengantri untuk datang kembali setelah istirahat makan siang atau pukul 13.00 WIB.

Sehingga sang bapak menjadi emosi karena sudah lama menunggu dan menilai kinerja petugas imigrasi lambat.

"Melayani 10 orang saja lambat, bagaimana harus memberikan pelayanan kepada 100 pemohon,"katanya kesal.

Sesuai pantauan hetanews.com, siang itu, di kantor Imigrasi tersebut, ada sekitar 4 ruang untuk foto dan wawancara, tapi petugas tampaknya tidak memberdayakan semua ruang pada siang itu. Sehingga pelayanan sangatlah lambat dan mengecewakan.

Petugas yang ditanya Hetanews.com, berusaha menjelaskan pelayanan di sana yang memang terkesan lamban. "Kami untuk wawancara kadang - kadang memerlukan waktu karena banyak pertanyaan yang diajukan,"klaimnya.

Tampaknya kantor Imigrasi tak bersinergi dengan  program pemerintah yang berupaya memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Pelayanan yang cepat, tepat, ramah dan nyaman.

Masyarakat bisa mendaftar secara online pada aplikasi yang ada, tapi pelayanan di kantor sangat lamban. Seperti yang dialami pria ini, sudah mendaftar online tapi masih menunggu lama dan mengecewakan.

Ironisnya, petugas yang berada di dekat pintu masuk terlihat bengong, ketika seorang warga negara asing, menanyakan di mana kantor pos dalam bahasa Inggris. Seyogianya kantor Imigrasi harus memiliki SDM yang berkualitas juga menguasai bahasa asing untuk memberikan pelayanan prima.

Penulis: ay. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.