HETANEWS

Pemasok Sayur Mayur Berpindah Ke Pinggir Jalan

Aktifitas bongkar muat di pinggir jalan Sisingamangaraja, Minggu (23/2/2020).

Siantar, hetanews.com - Beberapa Minggu terakhir terlihat pemandangan yang tak biasa. Para pedagang pemasok hasil bumi seperti sayur mayur dan buah melakukan aktivitas bongkar muat di pinggir-pinggir jalan seputaran Parluasan.

Para pedagang ini datang dari luar Pematangsiantar. Misalnya Saribudolok, Raya, Kabanjahe, Tebingtinggi dan Kisaran. Mendatangkan hasil bumi yang kemudian dijual para pedagang pada saat subuh di kaki lima pasar Dwikora.

Para pemasok atau penyalur ini bisanya tiba di Kota Pematangsiantar malam hari, beraktivitas bongkar muat di sub terminal agrobisnis [STA] Sukadame, Jalan Persatuan, Kecamatan Siantar Utara, atau umumnya dikenal dengan sebutan Parluasan. 

Salah seorang warga setempat yang mengamati perubahan ini menyebut para Pedagang pemasok sayur mayur itu cukup dirugikan dengan itu. Sementara kedatangan mereka banyak menguntungkan perekonomian warga sekitar. 

Selain menjadi dilema, ia menilai ini menjadi sebuah kemunduran bagi Pemko Pematangsiantar dalam mengelola sektor perdagangan yang berbasis agrobisnis. 

"Kota ini kan sejak dulu jadi pusat perdagangan. Daerah daerah lain yang memiliki wilayah pertanian yang luas, menyalurkan hasil bumi disini. Hanya saja pemerintah tidak melihat peluang ini. Mereka jadi ditelantarkan," kata R Purba, Senin (24/2/2020) pagi.

Lahan STA Sukadame adalah milik Pemko Pematangsiantar yang dikelola oleh PDPAUS. Belum lama ini, perusahaan daerah itu mengeluarkan kebijakan baru. 

Direksi mengeluarkan pedoman teknis pengelolaan dan penetapan nilai kontribusi pelayanan. Sebagai tindak lanjut, Direksi mengambil alih pembangunan dan pengelolaan STA Sukadame. 

Selain menertibkan administrasi, direksi juga menetapkan besaran kutipan yakni nilai kontribusi dan parkir di STA. 

Belum diketahui pasti penyebab para pedagang memilih bongkar muat di pinggir-pinggir jalan. Ada beberapa spekulasi yang muncul. Hanya saja, akibatnya STA Sukadame menjadi lengah dan sepi, karena puluhan pedagang pemasok sayuran itu memilih pindah ke pinggir jalan.

Baca juga: PDPAUS Batalkan Kerjasama Dengan PT LPR

Penulis: gee. Editor: edo.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.