HETANEWS

Ilmuwan Temukan Oksigen di Galaksi Lain, Pertama Kalinya dalam Sejarah

Galaksi Bimasakti

Prancis, hetanews.com - Tim peneliti dari Shanghai Astronomical Observatory baru-baru ini menemukan oksigen molekuler di sebuah galaksi bernama Markarian 231. Ini merupakan penemuan oksigen di luar galaksi Bima Sakti pertama dalam sejarah.

Untuk menemukan oksigen di galaksi itu, tim peneliti menggunakan teleskop radio di Spanyol dan Prancis. Melalui perangkat tersebut para astronom melihat radiasi pada panjang gelombang 2,52 milimeter, dan melaporkan bahwa mereka telah melihat tanda kehadiran O2.

"Ini adalah deteksi oksigen molekuler pertama dalam objek ekstragalaktik," kata tim peneliti dalam laporan mereka yang dipublikasi pada 30 Januari 2020 di Astrophysics Journal.

Galaksi Markarian 231 sendiri terpaut jarak 560 juta tahun cahaya dari galaksi yang kita huni, Bima Sakti. Galaksi Markarian 231 terletak di rasi Ursa Mayor dan terkenal karena mengandung quasar yang cerah, di mana gas di sekitar lubang hitam terlihat jelas melalui alam semesta.

Teleskop Luar Angkasa di Atacama, Chile
Ilustrasi teleskop

Adapun oksigen merupakan unsur ketiga yang paling mudah ditemukan di alam semesta, setelah hidrogen dan helium. Oksigen molekuler adalah bentuk unsur yang paling umum dan terdiri dari dua atom oksigen dengan sebutan O2.

Ini adalah versi gas yang digunakan oleh makhluk hidup, termasuk manusia, untuk bernafas. Namun, terlepas dari keberadaannya yang ada di mana-mana, para ilmuwan kesulitan selama beberapa dekade untuk mendeteksi oksigen molekuler di galaksi lain, sampai kemudian penemuan ini dilaporkan.

Oksigen dari galaksi lain pun sebenarnya sangat sulit untuk dilihat dari Bumi. Sebabnya, sinyal yang peneliti gunakan untuk memantau oksigen biasanya akan diserap oleh atmosfer.

Ilustrasi Bumi.
Ilustrasi Bumi.

Penemuan baru ini bisa jadi berhasil karena sebagian cahaya dari Markarian 231 itu mengalami pergeseran merah (redshifted) saat bergerak melalui ruang, di mana spektrum-nya memiliki gelombang yang lebih panjang, sehingga memungkinkan untuk lebih mudah melewati atmosfer Bumi.

Meski laporan tersebut menunjukkan bahwa Markarian 231 punya jenis oksigen yang sama seperti yang kita hirup di Bumi, itu bukan berarti bahwa kita dapat pergi ke sana dan menghirup udara dengan bebas. Sebabnya, susunan gas-gas lain, yang diperlukan untuk memungkinkan manusia menghirup oksigen, di atmosfer galaksi tersebut tidak memiliki susunan yang sama seperti di Bumi.

Namun, penemuan ini signifikan sebagai langkah awal memecah misteri dari pengaruh oksigen pada perkembangan planet, bintang, dan galaksi. Penyelidikan lebih lanjut menggunakan peralatan yang lebih baru dapat memungkinkan kita untuk belajar tentang bagaimana oksigen hadir melalui seluruh kosmos.

Sumber: kumparan.com 

Editor: suci.