HETANEWS

3 Orang Komisioner Bawaslu Simalungun Disidang DKPP Besok, Berikut Bukti – bukti yang Akan Dihadirkan

Foto : Muhammad Choir Naslan Nasution atau Ketua Bawaslu Kabupaten Simalungun (atas), Michael Richard Siahaan (kiri) dan Alfi Mulhair Nasution, masing – masing Anggota Bawaslu Kabupaten Simalungun.

Siantar, hetanews.com –  Senin besok (24/2/2020), tiga orang komisioner komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Simalungun akan disidang Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, di kantor Bawaslu Provinsi Sumut.

Adapun ketiga komisioner Bawaslu Kabupaten Simalungun yang diadukan ke DKPP RI, yaitu, Muhammad Choir Naslan Nasution atau Ketua Bawaslu Kabupaten Simalungun (Teradu I), lalu Michael Richard Siahaan (Teradu II) dan Alfi Mulhair Nasution (Teradu III), masing – masing Anggota Bawaslu Kabupaten Simalungun.

Adapun pokok pengaduan, yaitu untuk  Muhammad Choir Naslan Nasution (Teradu I), duduga mencampuri kebijakan – kebijakan dalam administrasi dan keuangan kesekretariatan Bawaslu Kabupaten Simalungun, agar melakukan penolakan mobiler untuk keperluan kesekretariatan Panwascam di Kabupaten Simalungun yang merupakan kebijakan dari koordinator sekretariat. Hal ini disampaikan  oleh Teradu I dalam surat Bawaslu Kabupaten Simalungun Nomor 178/K.Bawaslu-Prov.SU-2/TU.00.01/2018 tanggal 1 November 2018.

Tidak hanya itu, Terduga I juga diduga melakukan perselingkuhan dengan perempuan berinisial ES. 

Sedangkan untuk Michael Richard Siahaan (Teradu II), disebutkan, bahwa Michael diduga mencampuri kebijakan – kebijakan dalam administrasi dan keuangan kesekretariatan dengan menerima dan mengelola langsung anggaran biaya pelaksanaan sosialisasi Sentra Gakumdu  dan penanganan pelanggaran pada pemilihan Gubernur dan Wagub Sumut tanggal 12 – 13 Maret 2018 dan tanggal 13 – 14 Maret 2018, di Hotel Parapat View Kabupaten Simalungun sebesar Rp 217.500.000 (dua ratus tujuh belas juta lima ratus ribu rupiah).

Informasi yang dihimpun wartawan, Minggu (23/2/2020), selain menghadirkan saksi – saksi, pada sidang besok juga akan dihadirkan sejumlah barang bukti oleh pengadu, oknum guru, MS.

Diantaranya, print out percakapan atau chat whatsapp (WA), print out media online, print out surat instruksi, print out tanda terima atau kwitansi penerimaan Rp217.500.000 secara langsung dari Bendahara dan Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Simalungun, print out tanda terima atau kwitansi penerimaan uang narasumber kegiatan penyatuan persepsi Gakummdu sebesar Rp9000.000 secara langsung dari Bendahara dan Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Simalungun, print out tanda terima atau kwitansi penerimaan uang saku dan transport peserta dalam kegiatan sosialisasi dan penyatuan persepsi Gakkumdu sebesar Rp9000.000 secara langsung dari Bendahara dan Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Simalungun, bukti rekaman pembicaraan telepon seluler salah satu anggota Panwascam yang diburning dalam CD, print out foto pernikahan teradu III dengan staf ketua Bawaslu Provinsi Sumut atas nama Dahlia Batubara, SK Ketua Bawaslu No: 0883/K.BAWASLU/KP.01.00/XI/2019 Tentang Pedoman Pelaksanaan Pembentukan Panwascam Tahun 2019 dan print out kumpulan hasil nilai – nilai seleksi Panwascam di Kabupaten Sialungun, mulai dari tahapan seleksi administrasi sampai dengan pelantikan. 

Baca juga: Ini Alasan Oknum Guru Mengadukan 3 Orang Komisioner Bawaslu Simalungun ke DKPP

Baca juga: 3 Komisioner Bawaslu Simalungun Akan Ikuti Sidang DKPP, Salah Satu Pokok Pengaduan Terkait Dugaan Selingkuh!!!

Baca juga: 3 Komisioner Bawaslu Kabupaten Simalungun Diadukan Oknum Guru ke DKPP, Sidangnya Senin

Sebelumnya, pengadu MS yang diminta lasannya mengadukan ketiga orang komsioner Bawaslu Simalungun itu ke DKPP?

MS dengan tegas menjawab, bahwa dia ingin Bawaslu Kabupaten Simalungun, benar – benar dihuni komisioner yang betul – betul berintegritas dan tidak melanggar kode etik sebagai penyalanggara Pemilu.

“Ketepatan ada sejumlah dugaan pelanggaran kode etik yang diduga dilakukan ketiga komisioner Bawaslu Kabupaten Simalungun tersebut, makanya saya ingin melihat, bagimana nanti nilai kebenarannya setelah di sidang oleh pihak DKPP,”ungkapnya kepada wartawan, Jumat (21/2/2020), via ponsel.

Sementara itu, Alfi Mulhair Nasution (Teradu III), yang dikonfirmasi wartawan, via ponsel, Minggu (23/2/2020) terkait adanya pengaduan ke DKPP dan soal sidang di DKPP besok, mengaku akan menghadiri sidang di DKPP besok.

“Ya saya datang besok sesuai undangan DKPP,”ujarnya.

Dan diminta tanggapannnya soal pokok pengaduan, Alfi enggan mengomentarinya, hanya mengatakan “kita lihat aja besok”.

Penulis: tim. Editor: gun.