HETANEWS

Santo Iker di Bawah Mistar

Iker Casillas. Foto: Reuters/Eric Gaillard

Hetanews.com - Masih ingat Iker Casillas? Penjaga gawang Real Madrid sepanjang era Galácticos (2000-2014) itu selalu menjadi pembeda dari rekan-rekannya yang garang kala menghadapi lawan.Casillas selalu tampil menawan dengan kharisma dan perilakunya yang jauh dari kata arogan.

Bak santo, ia enggan mengekspresikan rasa sakitnya ke publik kala dibuang dari klub yang dibelanya selama 25 tahun pada 2015. Padahal Casillas punya saham dalam mendatangkan lima gelar La Liga, dua Copa del Rey, empat Supercopa de España, dan tiga gelar Liga Champions dalam titimangsa 2000-2014.

Namun itulah Madrid dengan presidennya Florentino Pérez.Yang menguntungkan, bakal dibintangkan.Tapi sebanyak apapun prestasi yang disumbangkan seorang bintang, klub tak menganggapnya dan bakal membuang kalau tak lagi menguntungkan.

Sejak Mei 2019 Casillas mengidap penyakit jantung dan kini ia tutup buku untuk karier bermainnya.
Foto: Twitter @IkerCasillas

Casillas masih untung karena klub Portugal FC Porto mau menampungnya.Di Portugal, Casillas membuktikan belum habis. Ia membantu Porto mendulang gelar Primeira Liga musim 2017-2018.

Sayangnya sejak Mei 2019 Casillas mulai jarang tampil gegara didiagnosa punya penyakit jantung.Tahun ini jadi tahun terakhir Casillas mentas di lapangan hijau, di usia 39 tahun.

“Sebelum mengumumkan pencalonannya (Presiden RFEF), Casillas menemui saya untuk memberitahu keputusannya mengakhiri karier,” ujar Presiden FC Porto Jorge Nuno Pinto da Costa, dikutip Sportstar, 18 Februari 2020.

Ramalan Sejak Masa Kehamilan

Iker Casillas di masa jadul kala meniti karier di akademi Real Madrid "La Fábrica"
Foto: Twitter @IkerCasillas

Sebagai penerus estafet kiper hebat Spanyol, Casillas punya prestasi paling mentereng dibanding empat pendahulunya.Ricardo Zamora, Antoni Ramallets, Luis Arconada, sampai Andoni Zubizarreta belum pernah merasakan gelar yang didapat Casillas.

Lahir di Madrid pada 20 Mei 1981 dengan nama Iker Casillas Fernandéz, Casillas merupakan putra dari pasangan José Luis Casillas dan María del Carmen Fernández González.Jose merupakan pegawai di Kementerian Pendidikan Spanyol dan Maria seorang penata rambut.

Sebagaimana dikisahkan Enrique Ortego dalam biografi Iker Casillas: La Humildad del Campeón, Casillas memiliki darah Basque.Kakeknya dari pihak ayah merupakan seorang perwira guardia civil, semacam polisi militer asal Bilbao.Ada kisah menarik tentang prediksi masa depan Casillas meski ia belum lahir ke dunia.

“Suatu hari, seorang tukang sepatu dekat apartemen mereka meramalkan bahwa putra mereka akan jadi pemain hebat dan dia akan bermain untuk menaklukkan semua tantangan yang ada sekaligus mensejajarkan diri dengan para kiper hebat Basque,” tulis Jonathan Wilson dalam The Outsider: A History of the Goalkeeper.

Momen paten Casillas di Piala Eropa 2008, Piala Dunia 2010, dan Piala Eropa 2012
Foto: uefa.com/fifa.com

Prediksi tukang sepatu itu terbukti.Casillas bahkan sukses di tingkat internasional. Selain mengantarkan Spanyol merebut Piala Eropa 2008 dan 2012, Spanyol di masa Casillas akhirnya mampu mencicipi juara Piala Dunia pada 2010. “Casillas sebagai kapten di tiga sukses besar itu,” sambung Wilson.

Fans Madrid dan timnas Spanyol menjulukinya San Iker alias Santo Iker atau Iker si Orang Suci.

“Persahabatannya dengan Xavi (kapten Barcelona) sejak di timnas muda Spanyol menjadi faktor besar dalam meredakan perseteruan Madrid-Barcelona yang bisa merusak spirit skuad timnas, mengingat rivalitas kedua tim saat itu di bawah asuhan José Mourinho dan Pep Guardiola,” ungkap entrenador Spanyol di Piala Dunia 2010, Vicente del Bosque, dikutip Wilson.

Ikon Abadi Madrid

Namun sebelum sampai ke kegemilangan itu, Casillas merintisnya dengan susah-payah. Sebagai anak introvert, ia lebih sering bermain sepakbola dengan ayahnya ketimbang anak-anak sebayanya.Itu disebabkan karena ayahnya sering dimutasi sehingga Casillas tak pernah punya teman dekat yang bertahan lama.

Dari bersepakbola dengan ayahnya itulah Casillas mulai menyukai posisi kiper gegara setiap bermain di taman dia yang selalu jadi penangkap bola yang ditendang ayahnya.Sang ayah yang melihat bakat Casillas lalu coba memasukkan Casillas ke program ujicoba Real Madrid saat mereka pindah ke Madrid.

Setiap tahun Real Madrid menggelar serangkaian ujicoba terbuka untuk anak-anak. Casillas mengikutinya saat berusia 10 tahun dan dia lulus di tes pertama. Namun pada tes kedua yang merupakan tes sparring, Casillas kebobolan tujuh gol.

“Meski timnya kalah 7-1, Kepala Seksi Pemain Muda Madrid Antonio Mezquito melihat potensi dalam diri Casillas dan memutuskan untuk mengajaknya masuk akademi muda Real Madrid, La Fábrica,” sambung Ortego dalam biografi Casillas. Di tahun 1990 itulah karier Casillas dirintis.

Meski posturnya enggak tinggi-tinggi amat, tapi Kak Casillas punya refleks yang cekatan untuk menjaga kesucian gawangnya Foto: realmadrid.com

Tuhan seolah sudah menata hidup Casillas untuk cemerlang di bawah mistar. Enam tahun setelah masuk La Fábrica dan bahkan belum menembus Real Madrid C, Casillas sudah terpilih masuk skuad Timnas Spanyol U-15 dan pada 1997 sudah turut memenangi Euro (Piala Eropa) U-16 di Jerman.

“Hal terhebat tentang Iker adalah cara natural yang dia punya untuk selalu menghadapi banyak tantangan. Kedewasaan memberi dia ketenangan saat sedang bermain.Ketenangan yang berbuah manis,” ujar eks kiper Madrid dan timnas Spanyol yang melatih Casillas di La Fábrica, Paco Buyo, dikutip Wilson.

Alhasil, pada akhir November 1997 Casillas sudah dipanggil ke tim senior Real Madrid.Usianya masih 16 tahun dan bahkan belum resmi masuk Real Madrid C lantaran ia masih menyelingi titian kariernya dengan pendidikan SMA di Instituto Cañaveral de Móstoles.

Casillas, sebagaimana dimuat laman

Usai lulus SMA, Casillas full menseriusi kariernya di Real Madrid C pada 1998, kemudian Real Madrid B sebagai kiper utama, hingga menembus tim utama Madrid. Debutnya di tim utama berlangsung pada 12 September 1999, kala Madrid bertandang ke Stadion San Mamés untuk menghadapi Athletic Bilbao di pentas La Liga.

Tiga hari berselang, Casillas mencatatkan rekor sebagai pemain termuda di Liga Champions (18 tahun, 177 hari) kala dibawa pelatih Toshack meladeni Olympiakos Piraeus.

Penampilannya yang top markotop di final Liga Champions 2002 memastikan posisinya sebagai portero permanen Madrid seterusnya Foto: Twitter @IkerCasillas

Namun yang menjadi titik penting kariernya di Los Blancos adalah final Liga Champions musim 2001-2002 kontra Bayer Leverkusen di Stadion Hampden Park, Glasgow, Skotlandia, 15 Mei 2002.Kala itu Casillas masuk di menit ke-68 menggantikan César Sánchez yang cedera.

“Ia dengan reflek-reflek cepat dan penyelamatan-penyelamatannya yang tangkas, serta kecerdasannya untuk membaca antisipasi pemain lawan, membantu Madrid mempertahankan keunggulan 2-1 sampai akhir laga.

Sejak saat itu posisinya di bawah mistar tim utama Madrid menjadi permanen,” singkap Charles Parrish dan John Nauright dalam Soccer Around the World: A Cultural Guide to the World’s Favorit Sport.

Sejak itulah nama Casillas senantiasa terpampang di starting eleven tiap laga Madrid, hingga mencetak 700 penampilan.Tak terhingga pula penghargaan pribadi yang ia sabet.Kegemilangan Casillas sempat bikin celamitan klub-klub kaya di Inggris dengan niat meminangnya. Beruntung, Casillas yang rupawan pilih setia pada Madrid.

Sialnya, loyalitas Casillas justru dibalas Madrid dengan pembuangan. Pembuangan itu memang bukan tanpa alasan. Sejak 2013, penampilan Casillas mulai tak stabil setelah cedera parah.Akibatnya entrenador José Mourinho dan penggantinya, Carlo Ancelotti, memilih kiper lain ketimbang Casillas selepas ia pulih.

Habis karier manis Casillas, sepah dibuang Real Madrid yang rasanya sakit tapi tak berdarah Foto: realmadrid.com

Perlakuan Madrid melego Casillas ke FC Porto pada 11 Juli 2015 itu mendatangkan banjir kecaman.Sebaliknya, Casillas kebanjiran simpati. Salah satunya dari kiper legendaris Italia Gianluigi Buffon.

“Anda akan selalu menjadi ikon Real Madrid.Tapi di atas itu semua, Anda adalah salah satu representasi terbaik seorang kiper. Semoga beruntung dalam petualangan baru, akan sangat aneh melihat Anda dengan seragam lain. Semangat Iker!” kata Buffon dinukil Marca, 13 Juli 2015.

Sumber: historia.id

Editor: tom.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.