HETANEWS

Trump akan Kunjungi India, Jual Perlengkapan Militer Milyaran Dolar

Para pekerja memasang poster raksasa menjelang kunjungan Presiden AS Donald Trump di Ahmedabad, India (20/2/2020).

Hetanews.com - Presiden Amerika Donald Trump akan terbang ke India hari Minggu (23/2/2020), setelah mengatakan ia belum akan bisa mencapai perjanjian dagang yang besar dengan negara itu.

“Apakah akan ada pengumuman tentang paket perjanjian dagang tergantung dari apa yang akan dilakukan oleh India,” kata pejabat senior pemerintah hari Jumat (21/2/2020). Tapi, tambahnya, akan ada “sejumlah perjanjian komersial yang besar.”

Dalam kunjungannya yang pertama ke India, Trump kemungkinan besar akan mengumumkan penjualan sejumlah helikopter militer dan sistem pertahanan misil yang bernilai milyaran dollar, di tengah keprihatinan adanya perluasan militer China, yang telah mendorong hubungan kerjasama lebih erat antara Amerika dan india.

Namun, para pejabat India heran mengapa Amerika menghentikan perundingan dagang menjelang kunjungan Trump itu dan mengatakan tindakan Amerika yang seringkali tampak nekat tidak akan berhasil dalam hubungannya dengan India yang lebih sabar, yang sekaligus merupakan perekonomian dunia yang nomor lima paling besar di dunia.

Sejumlah pekerja telah dikerahkan menjelang kunjungan Trump ke kota Ahmedabad untuk membangun tembok sepanjang 400 meter guna menutupi kawasan perumahan orang miskin di jalan yang akan dilalui rombongan Trump itu.Proyek mempercantik kota yang dilakukan secara tergesa-gesa itu juga akan dilengkapi dengan 150.000 pot kembang sepanjang jalan.

Kota Ahmadabad, India membangun tembok untuk menutupi kawasan perkampungan miskin menjelang kunjungan Presiden Trump.

Setelah berkunjung ke Ahmedabad dan sebelum menuju ke ibukota New Delhi, presiden Trump dan ibu negara Melania akan mengadakan kunjungan singkat ke istana Taj Mahal di kota Agra.

Kata media India, kota Agra akan ditutup demi keamanan selama kunjungan itu, tapi ada keprihatinan tentang banyaknya monyet yang berkeliaran di pelataran istana megah dari abad ke-17 tadi.

Departemen Kehutanan telah diminta bantuannya supaya monyet-monyet itu tidak berada di Taj Mahal selama kunjungan Trump, kata pakar arkeologi Vasant Kumar Swarnkar.

Sumber: voaindonesia.com

Editor: tom.