HETANEWS

Polisi Ungkap Penjualan Tramadol Rp20,5 Miliar

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Mapolres Jakarta Utara Jumat, 21 Februari 2020. Foto: Yurike/Medcom.id

Jakarta, hetanews.com - Satuan Resnarkoba Polres Metro Jakarta Utara menangkap tersangka penjual obat ilegal jenis tramadol, berinisial ZK.

Dia diringkus di kediamannya, Kampung Mangga, Tugu Koja, Jakarta Utara pada 18 Februari.ZK menjual obat depresi bermerek Hexymer dan Trihexyphenidyl sebanyak 2,5 juta butir.

"Kalau dijumlahkan kurang lebih total yang ia dapatkan dari penjualan keseluruhan ini keuntungannya mencapai Rp 20,5 miliar," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Mapolres Jakarta Utara, Jumat, 21 Februari 2020.

Polisi menyita 458 dus dari kediaman ZK. Sebanyak 84 dus berisi 2.016.000 butir Hexymer dan 375 dus berisi 37.500 butir tablet Trihexyphenidyl.Menurut Yusri, kedua obat itu tergolong obat keras yang tak boleh dijual bebas. Penjualan obat ini harus disertai resep dokter.

Barang buktiHexymer dan Trihexyphenidyl yang disita polisi
Foto: Medcom.id/Yurike​​​​​​

"Dokter pun memberikan resep ini tidak gampang.Saat pengungkapan Lucinta Luna yang dikonsumsi adalah obat jenis yang sama dengan obat tersebut yakni untuk depresi, masuk ke golongan psikotropika, golongan 4 karena ini obat keras," ujarnya.

Tersangka ZK mendapat keuntungan Rp10ribu per butir dari penjualanHexymer.Sementara untuk penjualan Trihexyphenidyl, ZK meraup untuk Rp2ribu per butir.ZK menjual obat terlarang itu ke toko-toko obat tak berizin.

Kasubdit Penyidikan Napza (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif) BPOM, Bhakti Eri mengakui peredaran obat-obatan ilegal marak terjadi.Pihaknya mendukung kepolisian mengusut praktik ilegal itu.

"Kami siap untuk diminta uji laboratorium untuk menguji obat-obatan ini apakah memenuhi standar keamanan, khasiat atau pemanfaatan itu dapat terdeteksi.Jika tidak memenuhi standar berarti ilegal," ujar Bhakti.

Atas perbuatannya, tersangka ZK dijerat Pasal 197 Jo Pasal 196 Undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara dan denda Rp1,5 miliar.

Sumber: medcom.id

Editor: tom.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.