HETANEWS.COM

Ini Alasan Oknum Guru Mengadukan 3 Orang Komisioner Bawaslu Simalungun ke DKPP

Ilustrasi DKPP. (Int)

Siantar, hetanews.com –  Oknum Guru, MS, memutuskan mengadukan tiga orang komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Simalungun ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, bukan tidak punya alasan.

Karena dia mengaku tahu betul, bagaimana seharusnya sebagai seorang penyelenggara Pemilu, baik sebagai Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

Dan saat dipertegas wartawan, apa alasannya mengadukan tiga orang komisioner Bawaslu Kabupaten Simalungun tersebut? MS dengan tegas menjawab, bahwa dia ingin Bawaslu Kabupaten Simalungun, benar – benar dihuni komisioner yang betul – betul berintegritas dan tidak melanggar kode etik sebagai penyalanggara Pemilu.

“Ketepatan ada sejumlah dugaan pelanggaran kode etik yang diduga dilakukan ketiga komisioner Bawaslu Kabupaten Simalungun tersebut, makanya saya ingin melihat, bagimana nanti nilai kebenarannya setelah di sidang oleh pihak DKPP,”ungkapnya kepada wartawan, Jumat (21/2/2020), via ponsel.

Dan saat ditanya soal bukti – bukti yang akan dihadirkan pada sidang nantinya? MS mengaku telah mempersiapkan bukti – bukti yang kuat dan bahkan saksi juga akan dihadirkan dalam sidang nantinya.

Baca juga: 3 Komisioner Bawaslu Simalungun Akan Ikuti Sidang DKPP, Salah Satu Pokok Pengaduan Terkait Dugaan Selingkuh!!!

Baca juga: 3 Komisioner Bawaslu Kabupaten Simalungun Diadukan Oknum Guru ke DKPP, Sidangnya Senin

“Yang pastinya, saya punya bukti – bukti pendukung, makanya saya berani mengadukan ketiga komisioner Bawaslu Simalungun itu dan saya serahkan kepada DKPP yang terhormat untuk mengujinya natinya,”ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ketiga komisioner Bawaslu Simalungun tersebut akan disidang oleh DKPP, pada hari Senin (24/2/2020) mendatang, di kantor Bawaslu Provinsi Sumatera Utara, di Medan.

Adapun ketiga komisioner Bawaslu Kabupaten Simalungun yang diadukan ke DKPP RI, yaitu, Muhammad Choir Naslan Nasution atau Ketua Bawaslu Kabupaten Simalungun, lalu Michael Richard Siahaan dan Alfi Mulhair Nasution, masing – masing Anggota Bawaslu Kabupaten Simalungun.

Adapun pokok pengaduan, yaitu untuk  Muhammad Choir Naslan Nasution (Teradu I), duduga mencampuri kebijakan – kebijakan dalam administrasi dan keuangan kesekretariatan Bawaslu Kabupaten Simalungun, agar melakukan penolakan mobiler untuk keperluan kesekretariatan Panwascam di Kabupaten Simalungun yang merupakan kebijakan dari koordinator sekretariat. Hal ini disampaikan oleh Teradu I dalam surat Bawaslu Kabupaten Simalungun Nomor 178/K.Bawaslu-Prov.SU-2/TU.00.01/2018 tanggal 1 November 2018.

Tidak hanya itu, Terduga I juga diduga melakukan perselingkuhan dengan perempuan berinisial ES. 

Sedangkan untuk Michael Richard Siahaan (Teradu II), disebutkan, bahwa Michael diduga mencampuri kebijakan – kebijakan dalam administrasi dan keuangan kesekretariatan dengan menerima dan mengelola langsung anggaran biaya pelaksanaan sosialisasi Sentra Gakumdu  dan penanganan pelanggaran pada pemilihan Gubernur dan Wagub Sumut tanggal 12 – 13 Maret 2018 dan tanggal 13 – 14 Maret 2018, di Hotel Parapat View Kabupaten Simalungun sebesar Rp 217.500.000 (dua ratus tujuh belas juta lima ratus ribu rupiah).

Hingga saat ini, baik Muhammad Choir Naslan Nasution, maupun Michael Richard Siahaan tidak memberikan jawaban atas konfirmasi wartawan, meski telah dikonfirmasi mulai Rabu (19/2/2020) lalu.

Penulis: tim. Editor: gun.
Aplikasi Heta News sudah tersedia di Google Play Store. Silakan pasang di ponsel pintar Anda!