HETANEWS

Wartawan Antara Aceh Korban Pemukulan yang Jadi Tersangka Sebut Ada Kejanggalan

Kondisi Jurnalis Antara Aceh Teuku Dedi Iskandar, usai dikeroyok sejumlah orang.

Aceh, hetanews.com - Penyidik Polres Aceh Barat menetapkan Teuku Dedi Iskandar, wartawan LKBN Antara di Meulaboh, sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan sejumlah pria terhadap dirinya.

Dedi yang merupakan korban dijadikan tersangka karena dianggap mencekik salah satu pelaku dari pengeroyokan tersebut. Dedi dijerat Pasal 351 jo 352 KUHP, tentang Penganiayaan.

Dedi telah memenuhi panggilan penyidik Polres Aceh Barat pada Kamis (20/2) dan diperiksa selama tiga jam. Ia membantah pernyataan penyidik terkait penganiayaan yang ia lakukan.

“Saya kaget dan membantah apa yang dikatakan penyidik. Tapi dia tetap bersikukuh atas penetapan saya. Menurut saya ada kejanggalan di sini,” kata Dedi saat dihubungi kumparan, Jumat (21/2).

Jurnalis Antara Aceh Teuku Dedi Iskandar yang dikeroyok
Kondisi Jurnalis Antara Aceh Teuku Dedi Iskandar, usai dikeroyok sejumlah orang.

Dedi mengaku saat peristiwa penganiayaan dia hanya seorang diri. Sementara orang yang mengeroyoknya disebut berjumlah lebih dari lima orang.

“Saya kaget apa tidak salah, sepertinya aneh karena saya tidak melakukan (mencekik). Pelapor setelah kejadian tidak kenapa-kenapa , sementara saya masuk ke rumah sakit,” ucapnya.

Dalam pemeriksaan itu, menurut Dedi, juga ada yang aneh dari alasan penyidik menetapkannya tersangka. Kata dia, penyidik sudah pernah mengajukan berkas perkaranya ke pengadilan, namun ditolak karena ada pasal yang harus diubah.

Selain itu, penyidik tidak mau menyebutkan hakim yang menolak berkas perkara yang telah diserahkan ke pengadilan. Penyidik berdalih, mereka tidak datang ke sana.

“Aneh kata penyidik ditolak sama pengadilan, tapi dia tidak menyebutkan siapa yang menolak. Alasan penyidik kami tidak ikut. Setelah diskusi panjang, sebagai warganegara yang baik dan tidak paham hukum, ya saya akhirnya ikut saja,” jelas dia.

Dedi menyebut dalam kasus ini dirinya merasa terzalimi dan difitnah. Setelah dikeroyok dan sempat menjalani perawatan di rumah sakit, dia ditetapkan sebagai tersangka.

“Apa memang seperti ini hukum di negeri kita? Saya merasa dicari-cari kesalahannya,” ungkapnya.

Dedi juga telah menyerahkan penyelesaian kasus ini ke kantor tempat ia bekerja. Ia mengatakan pimpinannya telah merespons dan memberikan perhatian penuh.

Sumber: kumparan.com 

Editor: suci.