HETANEWS

Benarkah Walikota Hefriansyah Tidak Mengetahui Pemanggilan Pansus Hak Angket?

Walikota Hefriansyah sempat menanyakan surat Pansus Hak Angket DPRD kepada salah pejabat di Pemko Pematangsiantar, disela-sela wawancara dengan sejumlah Wartawan, Kamis 20 Februari 2020.

Siantar, hetanews.com - Pansus mengagendakan penyelidikan dan pemeriksaan Walikota Hefriansyah terhadap dugaan penyalahgunaan wewenang. Namun Hefriansyah dua kali mangkir dari panggilan pemeriksaan tersebut.

Hefriansyah diwawancarai para awak media pada Kamis (20/2/2020) di Balai Kota, usai acara peresmian Mesjid An Nur, mengaku tidak mengetahui adanya surat pemanggilan. “Kenapa Angketnya, dua hari [kali], Gak datang gimana?” ujar Hefriansyah.

Pernyataan orang paling wahid  di Pematangsiantar itu menimbulkan tanda tanya. Bahkan wartawan sempat melontarkan pertanyaan apa benar dirinya tak tahu sama sekali atau pura-pura gak tau.

Akhirnya Hefriansyah mengaku bahwa dirinya tugas di luar kota. “Aku memang lagi Tugas di Jakarta. Besok memang ada lagi ya [Pemanggilan] mana Kabag Humas? Iya, ada surat untuk besok? ada pula acara ini besok ini,” ucapnya bertanya ke salah satu pejabat.

Padahal tak cuma surat pemanggilan untuk pemeriksaan. Pansus Hak Angket sebelumnya sudah melayangkan surat ke Walikota untuk memintakan data yang diperlukan untuk pemeriksaan dugaan penyalahgunaan wewenang. Data tersebut tak jadi diberikan sebab menunggu instruksi Walikota.

Baca juga: Panitia Hak Angket: Walikota Halangi Penyerahan Data, Indikasi Penghilangan Barang Bukti
 

Pansus Hak Angket DPRD Pematangsiantar

Sekaitan dengan itu, Pj Sekda Kusdianto mengungkapkan bahwa ada permintaan Hefriansyah kepada dirinya untuk tidak membuat statemen tentang Hak Angket.

"Kalau itu langsung saja ke Beliau [Walikota] adapula petunjuk dari Beliau kami gak boleh buat statement apa apa [tentang] itu ya [Hak Angket], langsung aja ke Beliau ya, ke Walikota," katanya, dihubungi Senin (17/2) kemarin.

Dihubungi terpisah, Wakil Ketua Pansus Hak Angket DPRD, Ferry Sinamo mengatakan pihaknya sudah menyurati Walikota untuk diperiksa pada tanggal Senin 17 Februari dan kedua Rabu 19 Februari.

"Karena panggilan kedua itu sudah kita tentukan jadwalnya, hari Kamis (20/2), Jumat (21/2) dan hari Sabtu (22/2). Sudah kita buat seperti itu,” katanya.

Menurutnya tidak ada lagi surat pemanggilan sebab dalam surat sudah dijelaskan jadwal pemanggilan. "Jadi gak perlu lagi di panggil dia [lewat surat]. Iya kesadaran beliau [Walikota] lah. [Rapat] Tetap kami buka jam 09.00 WIB jadwal penyeledikan pemeriksaannya jam 09.00 WIB. Kalau gak datang, kami skors lagi ,” tandasnya.

Diketahui, Pansus menjadwalkan penyelidikan untuk pemeriksaan Walikota pada Rabu (19/2) dan hari ini. Selama dua kali Hefriansyah mangkir. Besok akan dijadwalkan kembali pemeriksaan dugaan penyalahgunaan wewenang.

Baca juga: Dua Kali Mangkir, Hefriansyah: Kenapa Angketnya?

Penulis: gee. Editor: edo.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.