HETANEWS

3 Komisioner Bawaslu Simalungun Akan Ikuti Sidang DKPP, Salah Satu Pokok Pengaduan Terkait Dugaan Selingkuh!!!

Siantar, hetanews.com – Tiga orang komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Simalungun akan mengikuti sidang terkait dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara Pemilu.

Informasinya, sidang tersebut berlangsung pada hari Senin (24/2/2020) mendatang, di kantor Bawaslu Provinsi Sumatera Utara, di Medan.

Dan kabar jadwal dan lokasi sidang tersebut, juga dibenarkan pengadu, berinisial MS saat dihubungi wartawan, via ponsel, Kamis (20/2/2020) pagi.

“Ia sidangnya hari Senin, tanggal 24 Pebruari 2020, tadinya di KPU Provinsi, tapi dipindahkan ke Bawaslu Sumut dan saya sudah mendapat pemberitahuan perubahan lokasi sidangnya,”ungkapnya kepada wartawan.

Baca juga: 3 Komisioner Bawaslu Kabupaten Simalungun Diadukan Oknum Guru ke DKPP, Sidangnya Senin

MS juga memberitahukan kalau pada sidang nantinya, saksi juga dihadirkan. Jadi tidak hanya pihak pengadu atau teradu, katanya.

Seperti diketahui, ketiga komisioner Bawaslu tersebut diadukan ke DKPP oleh MS, oknum Guru dengan nomor pengaduan 19-P-L-DKPP/I/2020.

Adapun pihak teradu (Ketiga komisioner Bawaslu Kabupaten Simalungun,red), yaitu, Muhammad Choir Naslan Nasution atau Ketua Bawaslu Kabupaten Simalungun, lalu Michael Richard Siahaan dan Alfi Mulhair Nasution, masing – masing Anggota Bawaslu Kabupaten Simalungun.

Adapun pokok pengaduan, yaitu untuk  Muhammad Choir Naslan Nasution (Teradu I), diduga mencampuri kebijakan – kebijakan dalam administrasi dan keuangan kesekretariatan Bawaslu Kabupaten Simalungun, agar melakukan penolakan mobiler untuk keperluan kesekretariatan Panwascam di Kabupaten Simalungun yang merupakan kebijakan dari koordinator sekretariat. Hal ini disampaikan  oleh Teradu I dalam surat Bawaslu Kabupaten Simalungun Nomor 178/K.Bawaslu-Prov.SU-2/TU.00.01/2018 tanggal 1 November 2018.

Tidak hanya itu, Terduga I juga diduga melakukan perselingkuhan dengan perempuan berinisial ES. 

Sedangkan untuk Michael Richard Siahaan (Teradu II), disebutkan, bahwa Michael diduga mencampuri kebijakan – kebijakan dalam administrasi dan keuangan kesekretariatan dengan menerima dan mengelola langsung anggaran biaya pelaksanaan sosialisasi Sentra Gakumdu  dan penanganan pelanggaran pada pemilihan Gubernur dan Wagub Sumut tanggal 12 – 13 Maret 2018 dan tanggal 13 – 14 Maret 2018, di Hotel Parapat View Kabupaten Simalungun sebesar Rp 217.500.000 (dua ratus tujuh belas juta lima ratus ribu rupiah).

Namun sangat disayangkan, baik Muhammad Choir Naslan Nasution maupun Michael Richard Siahaan tidak memberikan jawaban atas konfirmasi wartawan, meski telah dikonfirmasi mulai Rabu (19/2/2020) lalu.

Penulis: tim. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.