HETANEWS

Siswi SMAN 3 Bisa Lulus meski Tak Masuk Sekolah, Kepsek Terancam Diadukan ke Polres Siantar dan Polda Sumut

Sekolah SMAN 3 Siantar. (foto/res)

Siantar, hetanews.com - Diduga memalsukan dokumen nilai, Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Kota Siantar, diadukan ke Polres Siantar. 

Pengaduan itu, dilakukan salah satu guru, bernama Lovrova Saragih (43), warga Jalan Rakutta Sembiring, Kecamatan Siantar Utara, melalui surat permohonan yang ditujukan ke Kapolres Siantar, AKBP Budi Pardamean Saragih, tertanggal 6 Januari 2020, lalu.

Lovrova mengatakan, bahwa salah satu muridnya yang berinisial DMB boru Simanjuntak, dinyatakan lulus, padahal  DMB sudah tidak mengikuti 12 mata pelajaran selama 1 semester (semester 6).

"Sebenarnya dari 14 mata pelajaran dia tidak ada nilainya, tapi ada guru Mtk wajib dan guru kesenian, makanya jadi 12 mata pelajaran yang tidak ada nilainya. Dia (DMB) juga sebenarnya tidak berhak lagi untuk mengikuti ujian nasional, kalau secara peraturan. Karena dia tidak datang selama 1 semester (semester 6), tapi nilainya ada dan anak itu telah lulus," ungkap Lovrova, melalui via seluler, Rabu (19/2/2020), sekira pukul 16.30 Wib.

Namun ketika ditanya, apakah dirinya telah membuat laporan pengaduan resmi ke Polres Siantar, Lovrova mengatakan, akan membuat laporan pada hari Senin depan, tertanggal 24 Februari 2020.

"Senin nanti saya disuruh datang sama penyidiknya untuk membuat laporan resmi agar diproses lewat hukum dia (Kepsek)," terangnya.

Menurutnya, kalau Kepsek SMAN 3, Zulfan Lubis, telah menerima suap dari siswi DMB yang juga merupakan anak dari Jamin Manik, guru di SMAN 3, sehingga dapat meluluskan siswi tersebut.

"Saya menduga kalau Kepsek telah melakukan pelanggaran hukum terhadap UU Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, PP Nomor 17 tahun 2010 tentang pengelolahan dan penyelenggaraan pendidikan," pungkasnya.

Tidak sampai hanya di pihak Polres Siantar, dirinya akan membuat laporan terkait kasus dugaan pemalsuan dokumen nilai ini ke Polda Sumut.

"Seharusnya hari ini, saya ke Polda untuk membuat laporan di sana, dan konsepnya juga sudah selesai, tapi karena saya hari ini dipanggil oleh penyidik Polres Siantar, makanya tidak jadi saya kesana," ujarnya.

Kasubag Humas, Iptu Rusdi Ahya, ketika dikonfirmasi terkait laporan guru SMAN 3 ke Polres Siantar, mengaku belum ada menerima laporannya.

"Tidak ada laporannya disini, sudah saya tanyak tadi sama orang Tipikor, tapi dibilang orang itu tidak ada," akhirnya.

Penulis: res. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.