HETANEWS

3 Komisioner Bawaslu Kabupaten Simalungun Diadukan Oknum Guru ke DKPP, Sidangnya Senin

Ketua Bawaslu Simalungun, Muhammad Choir Naslan Nasution selaku Inspektur Upacara sedang membacakan Teks Pancasila. (simalungun.bawaslu.go.id)

Siantar, hetanews.com – Tiga orang dari lima Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Simalungun diadukan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI, terkait dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara Pemilu.

Informasi yang dihimpun hetanews.com, Rabu (19/2/2020), ketiga komisioner tersebut diadukan oleh oknum Guru, berinisial MS dengan nomor pengaduan 19-P-L-DKPP/I/2020.

Dan kabarnya, MS sebagai pengadu akan memenuhi undangan DKPP untuk mengikuti sidang, pada hari Senin, 24 Februari 2020 mendatang.

Sedangkan pihak teradu (Ketiga komisioner Bawaslu Kabupaten Simalungun,red), yaitu, Muhammad Choir Naslan Nasution atau Ketua Bawaslu Kabupaten Simalungun, lalu Michael Richard Siahaan dan Alfi Mulhair Nasution, masing – masing Anggota Bawaslu Kabupaten Simalungun.

Adapun pokok pengaduan, yaitu untuk  Muhammad Choir Naslan Nasution (Teradu I), duduga mencampuri kebijakan – kebijakan dalam administrasi dan keuangan kesekretariatan Bawaslu Kabupaten Simalungun, agar melakukan penolakan mobiler untuk keperluan kesekretariatan Panwascam di Kabupaten Simalungun yang merupakan kebijakan dari koordinator sekretariat. Hal ini disampaikan  oleh Teradu I dalam surat Bawaslu Kabupaten Simalungun Nomor 178/K.Bawaslu-Prov.SU-2/TU.00.01/2018 tanggal 1 November 2018.

Tidak hanya itu, Terduga I juga diduga melakukan perselingkuhan dengan perempuan berinisial ES. 

Sedangkan untuk Michael Richard Siahaan (Teradu II), disebutkan, bahwa Michael diduga mencampuri kebijakan – kebijakan dalam administrasi dan keuangan kesekretariatan dengan menerima dan mengelola langsung anggaran biaya pelaksanaan sosialisasi Sentra Gakumdu  dan penanganan pelanggaran pada pemilihan Gubernur dan Wagub Sumut tanggal 12 – 13 Maret 2018 dan tanggal 13 – 14 Maret 2018, di Hotel Parapat View Kabupaten Simalungun sebesar Rp 217.500.000 (dua ratus tujuh belas juta lima ratus ribu rupiah).

Terkait adaanya pengaduan ke DKPP itu, Muhammad Choir Naslan Nasution yang dikonfirmasi via whatsapp, Rabu (19/2/2020), tak mengangkat panggilan wartawan, begitu juga dengan pesan yang dikirim tidak dibalas.

Sedangkan Michael Richard Siahaan yang juga dikonfirmasi via whatsapp dan dihari yang sama, membalas konfirmasi wartawan, bahwa dia lagi di Raya.

Penulis: tim. Editor: gun.