HETANEWS

Muhammad Efendy Ternyata Tidak Hanya Minum Tuak di Jalan Bandung, Ini Ancaman Hukuman Tersangka

Tersangka Muhammad Efendy setelah diamankan petugas kepolisian. (foto/res)

Siantar, hetanews.com - Sebelum melakukan pemukulan hingga korban Syahdan Kesumayadi (38), tewas, di Jalan Bandung, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat, tepatnya di lapo tuak, Minggu (16/2/2020), lalu, ternyata tersangka Muhammad Efendy (25), pada Sabtu malam (15/2/2020), lalu, sekira pukul 19.00 Wib, lebih dahulu meminum tuak di warung Torop, di Kampung Sitio-tio. Dan pada saat itu juga, pelaku melihat korban meminum tuak ditempat tersebut.

Hanya saja, sekira pukul 23.00 WIB, korban mengajak tersangka dan Wilko Tanjung untuk melanjutkan minum tuak, di Jalan Lokomotif, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat.

Namun pelaku mengatakan kepada korban, bahwa dirinya tidak mempunyai uang lagi untuk melanjutkan minum. Kemudian korban mengatakan kepada tersangka, kalau dirinya yang akan membayar tuak yang akan diminum nantinya.

"Jadi korban mengajak tersangka  untuk menyambung minum tuak di Jalan Lokomotif, dan tersangka sempat menolak karena tidak mempunyai uang lagi. Namun korban yang akan membayarinya minum, karena hanya minum satu galon tuak katanya. Selanjutnya tersangka mengikut dengan mengunakan sepeda motor tersangka," terang Kasat Reskrim, Iptu Nur Istiono, ketika berada di depan ruangannya, Rabu (19/2/2020), sekira pukul 11.30 WIB.

Baca juga: Korban Syahdan Disebut Punya Sakit Paru-paru, G Hasibuan: “Karena Tidak Mungkin, Sekali Pukul Langsung Meninggal”

Setelah selesai meminum tuak 1 galon, korban pun membayarnya. Selanjutnya pelaku dan korban keluar dari lapo tuak tersebut. Korban pun menyuruh tersangka untuk memanggil temannya, Wilko yang masih berada didalam lapo tuak.

"Kemudian tersangka kembali menyuruh korban dengan mengatakan 'panggilah bang, aku mau ngambil kreta (sepeda motor)'. Namun korban kembali menyuruh tersangka 'uda panggilah si Wilko', tapi tersangka tetap menolak, sehingga korban langsung menarik baju tersangka hingga sobek,"terangnya.

Lanjutnya, tersangka marah dan langsung memukul korban dengan menggunakan tangan sebelah kanannya. Korban pun terjatuh ke arah depan dan wajahnya terhempas ke batu.

Untuk tersangka sendiri, dikenakan pasal 338 KUHPidana karena menghilangkan jiwa orang lain dengan pidana penjara selama 15 tahun penjara, kata Kasat.

Penulis: res. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.