HETANEWS

Ricko dan Erwin Akui Patungan Beli Sabu

Dua terdakwa Ricko dan Erwin saat meninggalkan ruang sidang. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Ricko Gutawa (30), warga Nagori Keesaan II, Kecamatan Pematang Bandar dan Erwin Effendi Sihotang (39), warga Huta V Nagori Bangun, Kecamatan Gunung Malela, mengakui patungan beli sabu. Hal itu diungkapkan kedua terdakwa, di PN Simalungun, Selasa (18/2/2020).

Selain itu, kedua terdakwa juga mengakui membeli sabu dari Suprik (DPO), di Nagori Pematang Kerasaan Rejo, seharga Rp200 ribu, masing - masing Rp100 ribu.

Usai menerima sabu, berjalan kaki menuju Simpang KUD, di kampungnya. Lalu ditangkap polisi dari Satres Narkoba Polres Simalungun, saksi Andi Nainggolan, A Manurung, A Sibarani dan Aprido Tampubolon.

Sebelumnya, saksi Andi Nainggolan dan A Sibarani, di depan persidangan juga menjelaskan, telah menangkap kedua terdakwa, pada Kamis, 26 September 2019, di jalan Nagori Kerasaan Rejo. Barang bukti disita 2 paket sabu dari dalam kotak rokok Gudang Garam, 4 plastik klip berisi sisa sabu, kaca pirex dan pipet.

Keterangan saksi-saksi tersebut, dibenarkan terdakwa. Para terdakwa dakwa juga membenarkan, jika sabu tersebut akan digunakan bersama-sama.

Jaksa Barry Sugiarto SH, menjerat terdakwa Ricko dan Erwin  dengan pasal 114 (1) atau pasal 112 (1) Jo pasal 132 (1) UU RI No 35/2009 tentang narkotika atau pasal 127 (1) Jo pasal 55 (1) ke-1 KUH Pidana. 

Para terdakwa dalam persidangan didampingi pengacara Parlin Silalahi SH dari Posbakum PN Simalungun.

Ketua majelis hakim, Roziyanti SH, didampingi dua hakim anggota, Mince dan Aries Ginting SH, menunda persidangan hingga sepekan, untuk memberi kesempatan jaksa mengajukan surat tuntutannya.

Penulis: ay. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.