HETANEWS

Aldi Benarkan Disuruh Ngasih Sabu Sama Polisi dan yang Nyuruh Langsung Lari

Terdakwa disidang PN Simalungun. (foto/ay)

Simalungun, hetanews.com - Aldi Hamonangan Siregar als Aldi (19), warga jalan H Ulakma Sinaga, Desa Rambung Merah, diadili di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Selasa (18/2/2020).

Aldi didakwa sebagai kurir, menjadi perantara dalam jual beli narkotika.

Menurut dakwaan jaksa, Sanggam P Siagian SH, terdakwa disuruh temannya, bernama Madi (DPO) untuk dibelikan sabu.

Sebagai upahnya, terdakwa dikasih uang rokok.  Madi bersama seseorang yang tidak terdakwa kenal dan memberikan uang Rp100 ribu untuk membeli sabu, lalu memberi uang rokok Rp15 ribu, kepada terdakwa sebagai upahnya.

Sabu dibeli dari Ali (DPO), di jalan Karyawan Rambung Merah pada Rabu, 2 Oktober 2019, lalu. Usai menerima sabu dari Ali, terdakwa menemui Mari, di salah satu warung dan melihat Madu sudah menunggu.

Ketika Aldi akan menyerahkan kepada Madi, langsung ditolak dan berkata "kok sama ku kau kasih sama itulah," kata Madi, sambil menunjuk ke arah seorang laki - laki yang tidak dikenal terdakwa.

Saat akan menyerahkan, terdakwa langsung dipiting dan ditangkap oleh Sandro Purba dkk yang ternyata anggota Satres Narkoba Polres Simalungun. Sedangkan Madi dan temannya melarikan diri.

Terdakwa, bersama barang bukti, sepaket sabu diamankan ke Polres. Sedangkan keberadaan Ali yang telah menjual sabu kepada Aldi, tidak berhasil ditemukan. Jaksa menjeratnya dengan pasal 114 atau pasal 112 (1) UU RI No 35/2009 tentang narkotika.

Didampingi pengacara, Harfin Siagian SH dari Posbakum PN Simalungun, terdakwa membenarkan dakwaan jaksa dan tidak keberatan.

Untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi, ketua majelis hakim, Roziyanti SH, didampingi dua hakim anggota Aries dan Mince Ginting, menunda persidangan hingga Senin mendatang.

Penulis: ay. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.