HETANEWS

Pemilik WO Abal-abal di Cianjur Diburu Polisi

Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto

Cianjur, hetanews.com - Polres Cianjur masih melakukan pengejaran terhadap BT, pemilik WO Highlevel yang diduga melakukan tindak penipuan dengan korban lebih dari 20 pasangan calon pengantin milenial di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Keberadaan BT sudah diketahui petugas, yakni di wilayah Bekasi. Timsus dari unit Reskrim Polres Cianjur tengah melakukan pengejaran untuk menangkap terduga pelaku.

"Masih dalam proses pengejaran, lokasi nya sudah kita ketahui. Tim sedang di lapangan," kata Kapolres Cianjur AKBP Juang Andi Priyanto, Selasa (18/2/2020).

Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Niki Ramdhany, mengatakan, timsus yang melakukan pencarian dan pengejaran pada terduga pelaku terdiri dari delapan orang petugas dibentuk untuk menindaklanjuti laporan para korban WO tersebut.

"Sudah ada dua orang yang melapor, kemungkinan masih banyak korban lainnya. Makanya kami langsung bentuk Timsus untuk mendalami kasus ini," kata Niki.

Menurutnya, dari keterangan dua korban, mereka mengaku dirugikan secara materil hingga puluhan juta rupiah. Selain itu momen resepsi pernikahan mereka menjadi tidak sesuai dengan yang diharapkan.

"Untuk korban pertama kerugiannya Rp 30 juta dan korban lainnya mencapai Rp 50 juta. Baru itu yang laporan," kata Niki.

"Kami targetkan dalam waktu dekat sudah terungkap dan pelaku bisa tertangkap," ungkap dia.

Sebelumnya, puluhan pasangan nikah di Cianjur tertipu jasa penyelenggara pernikahan atau wedding organizer (WO). Total kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Bermodalkan postingan contoh dekorasi yang bagus di instagram dan dan potongan harga besar-besaran menjadi modus WO Highlevel untuk menjaring para korbannya.

Gelar Jagat (24) salah seorang korban menjelaskan, awalnya dia mencari WO melalui media sosial instagram. Dari postingannya, WO tersebut tampak profesional dan dapat dipercaya.

Apalagi BT, pemilik WO Highlevel sempat beberapa kali melakukan survey ke rumah dan lokasi pernikahan Gelar dan istrinya.

"Memang belum pernah dibawa ke kantornya, ketemu juga di tempat ngopi dan sekali bertemu di rumah saya di Gadung Permai. Dari gelagatnya tidak mencurigakan, makanya saya percaya waktu itu," terang Gelar.

Selain itu, pemilik WO memberitahukan jika ada promo dengan potongan harga hingga 50 persen untuk paket yang dia tawarkan, mulai dari dekorasi sampai catering.

Bahkan para korban juga diiming-imingi kembali mendapatkan potongan dan gratis biaya transport untuk pernikahan di luar Cianjur jiga melunasi pembayaran.

"Awalnya memberi potongan harga jika uang muka di awal. Setelah itu dia tawarkan lagi jika dilunasi biaya transport sebesar Rp 3,5 juta menjadi gratis. Makanya waktu itu biaya jasa sebesar Rp 30 juta saya lunasi," ungkap Gelar.

Tapi ternyata setelah biaya jasa WO dilunasi, BJM malah sulit dihubungi. Berbagai alasan dilontarkan pemilik WO ketika diminta untuk ditemui dan menanyakan bagaimana persiapan menjelang resepsi pernikahan.

"Sampai pada sehari sebelum pernikahan, gedung masih kosong hanya ada papan di belakang kursi pelaminan. Tidak ada kursi tamu atau yang lainnya. Waktu itu keluarga jadi kalang-kabut menyiasati agar resepsi masih bisa berjalan. Alhamdulillah ada WO yang bersedia mengcover, meski jadinya serba sederhana," kata dia.

sumber: detik.com

Editor: sella.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.