HETANEWS

Pembelaan Black Owl Usai Ditutup Pemprov DKI: Tak Ada Peredaran Narkoba

Jakarta, hetanews.com - Pemprov DKI Jakarta memutuskan menutup Restaurant and Pub Black Owl di Pantai Indah Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara. Penutupan itu menyusul ditemukannya 14 pengunjung positif narkoba saat Ditresnarkoba Polda Metro Jaya menggelar razia di tempat tersebut.

Manajemen diskotek Black Owl menyayangkan keputusan Pemprov DKI. Komisaris Black Owl Efrat Tio mengungkapkan tidak ada peredaran narkoba di lokasi bisnisnya itu, dan yang ditemukan adalah penggunanya.

"Saya tegaskan sekali lagi bahwa rilis dari Polda sudah resmi, sudah diselidiki. Terima kasih kepada Polda sudah profesional sekali menjalankan tugasnya, tidak ada pengedar di sini," ungkap Efrat kepada wartawan, Senin (17/2) malam.

"Bahkan tidak ada pelanggan yang membawa BB (barang bukti narkoba) di sini. Malah kesaksiannya adalah mereka mengkonsumsi dari kemarin (sebelum datang ke Black Owl)" lanjutnya.

Efrat menjelaskan, diskotek ini dirazia polisi pada Sabtu (15/2) sekitar pukul 00.30 WIB. Polisi saat itu melakukan tes urine terhadap pengunjung dan karyawan.

Proses tes urine berlangsung selama 2 jam. Hasilnya 12 orang diamankan ke Polda Metro Jaya, karena hasil tes urine positif mengandung amphetamine dan methamphetamine.

"Semuanya dites urine mungkin sekitar 200 (orang), itu pas lagi ada event Valentine. Semuanya dites urine sampai depan. Jadi semua dites urine di toilet sini, di toilet atas, sampai ada di kontainer di depan," jelas Efrat.

Ia menyebut selama razia berlangsung, manajemen bersikap kooperatif. Efrat dan adiknya yang merupakan direktur di tempat itu bahkan bersedia dimintai keterangan. Ia juga tidak menutupi jika ada karyawan yang dinyatakan positif dari hasil tes urine.

Selain menggiring 12 pengunjung yang positif narkoba, polisi juga menemukan pengunjung yang membawa senjata api. Manajemen pun tidak membantahnya.

Efrat mengungkapkan, sebenarnya pihak keamanan telah melakukan pengecekan kepada seluruh pengunjung sebelum masuk ke dalam diskotek. Mereka yang membawa senjata biasanya ialah pengawal pengunjung. Namun, biasanya pengawal akan menunggu di luar Black Owl.

"Saya juga koordinasi dengan outsoucre security untuk melakukan body checking sampai dua kali di depan dan di dalam untuk mencegah hal-hal seperti itu. Kenapa bisa lolos? Saya belum bisa jawab itu. Kan lagi ramai-ramai sekitar 200, mungkin satu-dua lolos, mohon maaf," ungkap Efrat.

Polisi telah selesai melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pengunjung yang positif narkoba. 14 pengunjung yang positif narkoba akan menjalani asesmen untuk rehabilitasi.

Selain itu, polisi juga memastikan tidak menemukan barang bukti narkoba saat razia digelar. Terkait senjata api yang dibawa pengunjung, polisi memastikan pistol itu tidak ilegal dan dapat menunjukkan izin resmi kepemilikan senjata apinya.

Pemprov DKI akhirnya mencabut Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) PT. Murino Berkarya Indonesia selaku pemilik usaha Restaurant dan Pub Black Owl. Pencabutan ini bermula dari laporan masyarakat yang mengungkapkan indikasi narkoba di diskotek tersebut.

"Kami mencabut TDUP berdasarkan surat dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta. Saat ini resmi dicabut," ujar Kepala Dinas PMPT Benni Aguscandra, dikutip dari keterangan resmi Pemprov DKI, Senin (17/2).

Sumber: kumparan.com 

Editor: suci.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.