HETANEWS

Ternyata Pelaku Muhammad Efendy Hasibuan dan Korban Syahdan yang Tewas Dibunuh Bertetangga

Terlihat rumah korban Syahdan Kesumayadi masih didatangi para pelayat. (foto/res)

Siantar, hetanews.com -  Insiden pemukulan hingga menewaskan Syahdan Kesumayadi (38), yang dilakukan  Muhammad Efendy Hasibuan (25), di Jalan Bandung, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat, Minggu (16/2/2020), lalu, membuat Desi (37) yang merupakan istri korban menangis sejadi – jadinya.

Bagaimana tidak, pelaku Efendy yang membunuh suaminya itu, ternyata tetangga mereka sendiri.

Bahkan Desi hingga sekarang tidak percaya kalau ia harus kehilangan suaminya dan meninggal ditangan tetangganya sendiri.

Desi juga mengatakan, kalau selama ini suami dan pelaku, tidak pernah mempunyai masalah.

"Saya mendengar suami meninggal sangat kaget, dan taunya dari tukang becak, bernama Sumardi. Uda gitu, meninggalnya sama dia pula itu (Efendy) tetangga kami," terangnya saat ditemui, di kediamannya korban, yang berada di Jalan Setia Negara, Kelurahan Bukit Sofa, Kecamatan Siantar Sitalasari, Senin (17/2/2020).

Setelah mendengar suaminya telah meninggal, Desi dengan keluarganya, langsung bergegas menuju RSUD Djasamen Saragih untuk melihat jenazah suaminya.

"Dari keterangan dokter ke kami, kalau suami saya meninggal akibat terkena pukulan dari pelaku, sehingga mengakibatkan tak sadarkan diri. Terus ada bekas luka di bagian wajah suami saya karena terkena pukulan, seperti itulah keterangan dari dokternya," pungkasnya.

Pihak keluarga berharap kepada pihak kepolisian, agar pelaku dihukum seberat-beratnya karena telah menghilangkan nyawa suaminya.

"Suami saya sudah meninggal dan tidak mungkin hidup kembali, jadi saya meminta kepada kepolisian agar menghukum pelaku dengan seberat-beratnya,"akhirnya.

Baca juga: Nyawa Kawannya Minum Tuak Melayang, Pelaku Sempat Mengira Hanya Pingsan

Dalam pemberitaan sebelumnya, awalnya pelaku Muhammad Efendy Hasibuan dengan korban dan temannya bernama Sumardi, bonceng tiga mengendarai sepeda motor Honda Supra dan pergi ke lapo tuak yang berada di Jalan Bandung, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat.

Kemudian karena telah larut malam, pelaku mengajak korban untuk pulang kerumah. Hanya saja, korban menolak untuk diajak pulang, lantaran temannya, Sumardi masih berada didalam lapo tuak.

Selanjutnya, korban langsung menarik baju pelaku hingga sobek. Karena perlakuan korban, pelaku menjadi marah dan melayangkan pukulan ke wajah korban dengan menggunakan siku tangannya hingga korban terjatuh dan akhirnya meninggal dunia.

Penulis: res. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.