HETANEWS

Trauma, Siswi SMP Purworejo yang Disiksa 3 Teman Akan Pindah Sekolah

Siswi korban penyiksaan tiga temannya belum mau sekolah (korban berbaju pink).

Purworejo, hetanews.com - Ibu dari siswi SMP yang menjadi korban penyiksaan oleh tiga siswa di SMP Purworejo, Jawa Tengah berencana akan memindahkan putrinya ke sekolah lain. Sang ibu ingin menjaga kenyamanan putri bungsunya itu yang sampai saat ini masih trauma.

Saat ditemui di rumahnya, ibu korban, SR (49) menuturkan punya rencana untuk memindahkan anaknya dari SMP Muhammadiyah Butuh, Purworejo. Langkah itu diambil karena sang ibu masih merasa khawatir peristiwa penganiayaan yang dialami oleh anak bungsunya itu terulang lagi.

"Mungkin sementara sekolah di situ (SMP Muhammadiyah) dulu nggak papa, sambil saya tungguin dan awasi karena nanti takut kalau ada apa-apa lagi. Sambil nanti konsultasi ke sekolah untuk pindah," kata SR, Senin (17/2/2020).

SR dan keluarganya berencana akan memindahkan korban ke sekolah lain yang berbasis agama Islam. Mengenai tawaran Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk pindah ke SLB, pihaknya masih akan berpikir ulang.

"Kalau rencananya pindah di SMP Assidiqiyah Grabag yang nggak terlalu jauh dari sini. Kalau di SLB kan adanya di kota, jadi jauh, nanti repot apalagi anak saya kalau di asrama juga belum tentu bisa, saya pikir-pikir dulu. Saya cari sekolah yang berbasis agama Islam juga, karena dia (korban) seneng ngaji," terangnya.

Meski merasa kerepotan dalam hal tenaga, waktu, dan juga finansial, namun keluarga berharap agar korban masih bisa melanjutkan sekolahnya minimal hingga SMA.

"Yang penting anak saya bisa sekolah dan rampung seperti teman-temannya, minimal ya bisa lanjut sampai SMA lah," ujar SR.

SR menambahkan hari ini putrinya belum mau masuk sekolah. Korban masih merasa trauma dengan penganiayaan yang dilakukan oleh ketiga tersangka. SR mengaku sudah membujuk namun korban menolak karena merasa takut dengan tiga temannya yang kini sudah jadi tersangka.

"Kalau keadaannya sehat, cuma masih trauma dengan anak tiga itu. Kemarin sudah dibujuk Senin (17/2) mau masuk (sekolah), tapi dia dengar kalau tersangka nggak ditahan jadi nggak mau sekolah," kata SR.

Tiga tersangka penyiksaan terhadap korban itu, TP (16), DF (15), dan UH (15) saat ini tidak ditahan karena di bawah umur. Korban mengaku tak mau sekolah jika ketiga temannya itu tak ditahan.

"Bocahe durung dipenjara kan bu? Sesuk wae aku mangkate sekolah nek bocahe wis dipenjara wae (tersangkanya belum dipenjara kan Bu? Besok aja aku sekolahnya kalau tersangkanya sudah dipenjara)," tutur SR menirukan ucapan buah hatinya.

Untuk diketahui, polisi memutuskan untuk tidak menahan ketiga tersangka karena masih di bawah umur dan mempertimbangkan ancaman masa hukuman di bawah 7 tahun. Ketentuan itu mengacu pada UU No 11 tahun 2012 tentang Penahanan.

Meski tidak ditahan, namun ketiga siswa tersebut tetap bakal diproses hukum. Polisi pun mengembalikan TP (16), DF (15), dan UH (15) kepada keluarga dan dikenakan wajib lapor.

"Statusnya masih tersangka dan proses penyidikannya tetap berlanjut," kata Kapolres Purworejo AKBP Rizal Marito ketika dihubungi, Sabtu (15/2) lalu.

sumber: detik.com

Editor: sella.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.